Terkait Somasi, LBP Disarankan Angkat Jubir Pribadi

- Editor

Minggu, 29 Agustus 2021 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunikolog Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing

Komunikolog Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi,  Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)melayangkan surat somasi kepada Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti, terkait dengan wawancara yang diunggah di Youtube Hariz Azhar  (HA) dengan judul Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya – Jenderal BIN Juga Ada.

Kuasa Hukum Luhut, Juniver Girsang mengatakan somasi kepada Fatia Maulidiyanti di mana dalam pembicaraan wawancara video tersebut terdapat topik yang pernyataannya dianggap pihaknya tidak benar. Selain itu, Haris dan Fatia juga juga dianggap melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan melakukan pembunuhan karakter dengan menyampaikan berita bohong.

“Lantas di dalam topik tersebut ada pernyataan yang tidak benar dan kami menganggap bahwa pernyataan yang tidak benar itu telah membentuk opini yang tendesius, fitnah, pencemaran nama baik, character assasination dengan menyampaikan berita bohong,” tegas Juniver.

Terkait  dengan somasi yang dilayangkan oleh LPB, sejumlah pihak menyayangkan Jubir LPB Jodi Mahardi yang memberikan pernyataan atau pendapat terkait dengan persoalan pribadi Menko Kemaritiman dan Investasi itu. Padahal, keberadaan jubir tersebut hanya mengomentari yang terkait dengan kegiatan kementerian yang digawangi oleh LBP itu.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi "Cokelat"

Menanggapi  somasi yang dilayangkan oleh LBP, komunikolog Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai bahwa tindakan LBP sangat tepat. Oleh karenanya, ditugaskan atau tidak oleh LBP, juru bicara Jodi Mahardi (JM) memberi pendapat terkait somasi tersebut.

Namun demikian jika LBP sebagai pribadi melayangkan somasi terhadap HA, sebaiknya LBP mengangkat juru bicara pribadi untuk memberi pandangan atas nama pribadi LBP. Atau LBP sendiri yang memberi pendapat.

“Jangan menggunakan fasilitas negara, seperti meminta atau membiarkan JM memberi pendapat di ruang publik. Karena itu, dengan kerendahan hati, saya menyarankan agar LBP sebagai manajer yang baik segera melarang dan menyetop JM memberi komentar tentang aktivitas LBP sebagai pribadi,” kata Emrus dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).

Emrus berpendapat, jika LBP menugaskan JM memberi pandangan di ruang publik tentang aktivitas LBP sebagai pribadi, sebagai juru bicara profesional kementerian koordinator, JM harus berani menolak LBP.

“Jadi, jangan ‘manut’ jika itu bukan status dan perannya. Singkatnya, tolak,” tegas Emruis. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun
Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal
Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 22:45 WIB

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:40 WIB

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 September 2026 - 22:37 WIB

Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB