TPST Bantargebang dari Tempat Sampah Menjadi Sentra Agrikultur

- Editor

Senin, 22 September 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampah Bantargebang

Sampah Bantargebang

Oleh: Noor Fatah,SE  (Sekjen Politik Nusantara Sejahtera)

Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi terkenal sentra penimbunan sampah. Stigma yang kerap melekat yakni: bau, kotor dan tidak sehat. Faktanya memang demikian, dimana pencemaran lingkungan, air dan gangguan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat.

Untuk itu diperlukan suatu “Terobosan radikal” yang mengacu pada inovasi fundamental yang mengubah industri atau menciptakan pasar baru, tidak hanya perbaikan kecil, dan seringkali melibatkan teknologi atau model bisnis yang sepenuhnya baru,

Di antraanya, mulai dari mengidentifikasi jenis sampah, menemukan formula mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi (teknologi menciptakan value added).

Ada beberapa jenis sampah. Antra lain sampah baru yang diproduksi oleh setiap rumah tangga, dan sampah lama yang ada di TPA.

Untuk menghasilkan nilai ekonomis, maka sampah dipilah menjadi:

  1. Sampah basah (organik) terdiri dari: nasi, sayur, tulang, buah, dan jenis makanan lainnya yg sudah tidak dimakan; lalu, diolah dg teknologi MASARO (Manejemen Sampah Zero) menjadi POCI (Pupuk Organik Cair Istimewa) dan KOCI (Konsentrat Pakan ternak Organik Cair Istimewa)
  2. Sampah kering (non organik sampah 3R) terdiri dari: kertas, kayu, kaca, logam; bisa dijual langsung ke pengepul; dan atau dibuat handicraft yg memiliki nilai jual.
  3. Sampah plastik film; diolah menjadi BBM dan pengawet kayu melalui proses Pirolisis.
  4. Sampah B2 terdiri dari limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) terdiri dari: battery, steriofom, softex; diolah dg incenerator menjadi residu.
  5. Praktis, semua jenis sampah diolah habis menjadi zero
Baca Juga:  Satgas Koperasi Bermasalah Dapat Tambahan Dua Anggota dari OJK

Khususnya sampah organik yang diolah dengan teknologi MASARO (Temuan dari  ITB-Bandung) yang menjadi POCI dan KOCI; terbukti hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan (sektor Agrikultur) meningkatkan hasil produksi berkali-kali lipat dengan kualitas premium. Begitupun, perikanan dan peternakan, lebih berdaging/gemuk dengan kualitas premium pula (semua menghasilkan bahan pangan organik)

Pengembangan sektor Agrikultur sesuai kultur masyarakat agraris dapat menjadi lumbung pangan nasional yang dapat membuka lapangan pekerjaan sektor UMKM. Selanjutnya, menghidupkan banyak orang dan meningkatkan penghasilan masyarakat, serta bangkitan ekonomi lainnya; sehingga, dapat membuat akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi meningkat cepat.

Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat terhindar dari middle income trap dengan memanfaatkan bonus demografi yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dan dapat menjadi negara adidaya yang semakin diperhitungkan dunia dari penghasilan produk-produk agrikultur organik kualitas premium baik untuk swasembada pangan maupun untuk di ekspor guna menghasilkan devisa. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi
Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar
Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri
Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Negeri Para Bandit

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:32 WIB

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 10:17 WIB

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist)

Opini

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:32 WIB

Teddy Indra Wijaya saat saat mengusir sejumlah direksi pengelola sektor tranportasi dalam acara Peresmian LRT jurusan Manggarai-Kelapa Gading pada 16 September 2026.

Opini

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:17 WIB