Trend Transportasi Publik Pada Masa Pandemi Covid-19

- Penulis

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Istianto (Pengamat kebijakan transportasi publik)

Bambang Istianto (Pengamat kebijakan transportasi publik)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Dampak pandemi Covid-19 ternyata mendistorsi seluruh aspek kehidupan masyarakat baik ekonomi, sosial dan politik.

Bambang Istianto, selaku Pengamat Kebijakan Transportasi Publik mengatakan, terkait hal tersebut sektor transportasi mengalami distorsi yang paling parah, yaitu mencapai 80 persen bahkan banyak operator yang gulung tikar.

“Misalnya, operasi bus Trans Jakarta menurun 15 persen, tetapi biaya pengeluaran mencapai 80 persen. Padahal transportasi publik merupakan pemicu pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat,” tegasnya, Sabtu (16/10/2021).

Namun, tata kelola transportasi publik  yang belum efektif sehingga biaya transportasi terbilang tinggi, yaitu 25 persen sampai 30 persen mengakibatkan demand masyarakat  masih rendah.

“Artinya, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi terutama sepeda motor dalam melakukan mobilitas sosialnya,” ujarnya.

Perilaku masyarakat yang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi, saat ini kepemilikan kendaraan roda dua di Indonesia telah menembus angka 133 juta unit. Padahal sepeda motor rentan dengan kecelakaan lalu lintas.

Dalam kurun waktu tahun 2018 dari data 198.457 kejadian laka lalin 73.499 persen diakibatkan dari sepeda motor. Fenomena booming sepeda motor di Indonesia yang membanjiri jalan raya disamping polusi udara meningkat juga menimbulkan kemacetan lalu lintas dihampir pelosok tanah air.

“Bahkan terjadi anomali sepeda motor oleh masyarakat difungsikan untuk mengakut baik orang maupun barang yang disebut ojek online atau ojol yang dibantu alat digital,” terangnya.

Fenomena tersebut faktanya melanggar aturan hukum, tapi beroperasinya sulit dihentikan,  sehingga kecenderungannya merusak sistem angkutan publik.

Namun, Pemerintah belum membuat regulasi yang mampu melindungi keselamatan warganya yang menggunakan layanan ojol tersebut.

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa mobilitas orang yang save diandalkan, yaitu melalui sarana transportasi publik. Transportasi sebagai barang publik dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk menyelenggarakan secara nyaman dan aman.

Kebijakan pemerintah dalam mengatur mengenai transportasi publik telah dilakukan dengan berbagai model, namun hasilnya belum optimal.

Baca Juga:  Pemanfaatan TIK di Era Pandemi Bantu Tingkatkan Sektor UMKM

“Pilihan transportasi publik yang terintegrasi menjadi prioritas yang terus dikembangkan menjadi model dalam pelayanan publik yang dapat memuaskan masyarakat,” tegas Bambang.

Selama ini transportasi publik seringkali belum sesuai dengan demand masyarakat karena sesuai kultur masyarakat Indonesia lebih suka layanan door to door services.

Sedangkan sistem angkutan umum yang selama ini beroperasi belum sesuai tuntutan publik tersebut. Salah satu kelemahan sistem angkutan umum tersebut diisi oleh ojol yang fenomenal tersebut.

Seperti diketahui bahwa Kebutuhan transportasi masyarakat terkait dengan sistem jaringan trayek. Penetapan trayek seringkali tidak sesuai dengan demand publik.

“Sedangkan konflik kepentingan antara operator transportasi publik disatu pihak dan keinginan publik dan dilain pihak dengan pembuat regulasi sering kali tidak sinkron. Karena itu timbul terminologi trayek gemuk dan trayek kering atau kurus,” paparnya.

Mengingat pemerintah yang harus bertanggungjawab atas penyelenggaraan transportasi publik yang lancar, nyaman dan aman, harus dimediasi melalui manajemen kolaboratif, yaitu pembagian peran melalui kontrak, yaitu jaringan trayek kering full diurus Pemerintah, berapapun biayanya, jaringan trayek setengah gemuk dilakukan kerjasama Pemerintah dengan swasta melalui kontrak sedang jaringan trayek gemuk diserahkan ke swasta melalui mekanisme pasar sempurna.

Dengan demikian melalui manajemen kolaboratif tersebut diharapkan penataan transportasi publik dapat mengurai benang kusut persoalan transportasi publik selama ini.

Sebenarnya menurut para ahli dan berbagai kalangan pemerhati transportasi mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah DKI Jakarta yang berani menerapkan model Jaklingko yang pelayanannya cukup memuaskan masyarakat yang mirip door to door sevices terbatas.

Meskipun kelembagaan usahanya bersifat konsorsium, rentan dengan konflik dapat mengganggu keberlangsungan operasinya.

“Namun, layanan model Jaklingko cukup memuaskan masyarakat sehingga perlu didalami secara akedemis dan menjadi percontohan bagi kota besar lainnya,” pungkasnya. (Apl/red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung
Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente
Rupiah Murah, Rasuah Meriah
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT
SMPN 4 Tambun Selatan Raih Segudang Prestasi, dari Seni hingga Olahraga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:22 WIB

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:03 WIB

Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:17 WIB

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:33 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB