Tujuh Fraksi Tidak Dukung Interpelasi, PDIP Ngaku Masih Sportif

- Penulis

Selasa, 5 Oktober 2021 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDIP Rasyidi.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDIP Rasyidi.

JAKARTA, Mediakarya – Hak interpelasi yang diinisiasi PDIP dan PSI tidak mendapatkan dukungan dari 7 Fraksi lainya yang ada di Kebon Sirih.

Meski begitu, PDIP tetap akan bersikap sportif dan profesional dalam menjalankan fungsinya di DPRD DKI. Hal itu dibuktikan, dengan anggota Fraksi PDIP yang tetap menghadiri rapat paripurna reses bersama wakil gubernur Ariza, Senin (4/9).

“Tidak ada dalam pikiran anggota Fraksi PDIP untuk melakukan boikot paripurna. Karena kami menempatkan persoalan interpelasi dan tugas kami di dewan secara profesional,” beber inisiator hak interpelasi, Rasyidi kepada media ini, Selasa (5/9).

Menurutnya, hal yang wajar jika fraksi-fraksi memiliki pandangan yang berbeda dalam menyikapi persoalan interpelasi. Tapi, kata dia idealnya pandangan itu disampaikan pada forum yang tepat.

“Kalau memang memiliki pandangan berbeda, seharusnya disampaikan dalam forum yang tepat yang sesuai dengan aturan yang ada. Jadi bukan disampaikan tidak pada tempatnya.DPRD itu semua ada aturannya, makanya ada pelajaran bimbingan teknis. Jadi kalau ada keputusan yang berbeda seharusnya dibicarakan dalam forum yang tertuang dalam tata tertib dewan,” paparnya.

Baca Juga:  Pemerintah Jamin Stabiltas Harga, Asosiasi Pedagag Daging Indonesia Batal Mogok Jualan

Lebih lanjut, anggota dewan yang terpilih dari dapil Jaktim itu pun menyayangkan jika sikap profesional yang ditunjukan PDIP. Justru berbanding terbalik dengan sikap yang dipertontonkan oleh Pemda.

Yakni terkait dengan dokumen penjelasan penyelenggaraan balap mobil listrik yang rencananya akan dilaksanakan pada 2022 mendatang.

“Isi dokumen itu bohong. Itu tidak jelas siapa yang buat, tidak ada tanda tangan yang menyertai dokumen itu,” ujar Rasyidi.

Politisi yang akrab disapa RHS itu menyebut dokumen tersebut semacam sebuah pepatah yang menunjukan sikap tidak sportif.

“Dokumen itu saya umpamakan ibarat melempar batu sembunyi tangan. Ya sama halnya seperti surat kaleng,” tegasnya.(Ian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kerap Bikin Gaduh , Wali Kota Bekasi Didesak Segera Pecat Lurah Teluk Pucung
Kasus Blueray Cargo jadi Pintu Masuk Audit Anvestigatif di DJBC
Duelisme Kepemimpinan, Partai Besutan Yusril Ihza Mahendra Berperkara di MK
KP3B Bagikan APD dan Rencanakan Program Pengobatan Gratis untuk Pemulung di TPA Burangkeng
PT KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Terdampak Insiden Stasiun Bekasi Timur
SETARA Institute Tuding Pengadilan Militer Kasus Andrie Yunus Hanya Langgengkan Impunitas
NATO Akui Iran Menang, Kanselir Jerman: Trump Kalah dan Dipermalukan
Akhiri Konflik di Timur Tengah, Iran Apresiasi Upaya Menlu Jepang dan Italia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:00 WIB

Kerap Bikin Gaduh , Wali Kota Bekasi Didesak Segera Pecat Lurah Teluk Pucung

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kasus Blueray Cargo jadi Pintu Masuk Audit Anvestigatif di DJBC

Senin, 4 Mei 2026 - 20:17 WIB

Duelisme Kepemimpinan, Partai Besutan Yusril Ihza Mahendra Berperkara di MK

Senin, 4 Mei 2026 - 19:23 WIB

KP3B Bagikan APD dan Rencanakan Program Pengobatan Gratis untuk Pemulung di TPA Burangkeng

Senin, 4 Mei 2026 - 16:54 WIB

PT KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Terdampak Insiden Stasiun Bekasi Timur

Berita Terbaru

ITPLN memperkuat riset global melalui kolaborasi GLU–APERTI BUMN di Bandung. (Foto: dok. ITPLN)

Departemen

ITPLN Perkuat Riset Dunia, Bidik Energi Masa Depan

Senin, 4 Mei 2026 - 22:31 WIB