JAPPDI Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan dan Stabilitas Harga Daging Sapi Jelang Ramadhan

- Editor

Jumat, 18 Maret 2022 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum JAPPDI Asnawi  (Foto: Ist)

Ketua Umum JAPPDI Asnawi (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya  –  Jelang Ramadhan dan menyambut hari besar keagamaan harga kebutuhan pokok kerap terjadi kenaikan cukup signifikan. Tak terkecuali harga daging sapi.

Kenaikan harga daging sapi tersebut dipicu adanya instabilitas atau fluktuasi dan kurangnya pasokan, khususnya sapi siap potong.

Sebagaimana diungkapkan Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) bahwa tingkat konsumsi masyarakat terkait kebutuhan daging saat ini sapi masih didominasi oleh daging hot meat.

Sementara kebutuhan sapi siap potong di Indonesia 93% diimpor dari Australia. Sedangkan ketersediaan sapi lokal hanya sanggup memasok 7% dari total kebutuhan masyarakat.

“Ada beberapa faktor terkait dengan kendala pasokan sapi impor masuk ke Indonesia. Di antaranya adanya pembatasan pasokan kuota dari jumlah produksi tertiggi di Australia hanya bisa dilakukan untuk ekspor 40% persen hingga 44 persen,” kata Ketua Umum JAPPDI, Asnawi kepada wartawan di Jakarta baru-baru ini.

Selain itu kata Asnawi, faktor lain terkait terkendalanya ketersediaan daging sapi di Indonesia yakni bertambahnya kompetitor dari negara-negara lain, seperti Cina dan Vietnam.

“Dengan keadaan seperti itu tentunya sangat berdampak pada harga jual dan harga beli di negara Australia. Oleh karena itu tentu berdampak juga pada harga daging sapi Indonesia,” jelas Asnawi.

Guna memenuhi kebutuhan daging nasional, JAPPDI berharap agar pemerintah membangun sektor peternakan.

“Sementara untuk meningkatkan produksi sapi, perlu adanya perubahan genetik dalam penyediaan sapi betina indukan bukan hanya sekedar sapi bunting,” ujar Asnawi.

Lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan daging nasional, pihaknya menilai bahwa Indonesia masih memerlukan impor.

Baca Juga:  Kumpulkan Donasi Rp 359 Juta, Ketua DPRD DKI Siap Kirim Anggota ke Lokasi Bencana Sumatera

Sementara itu untuk menghindari adanya monopoli impor sapi dari satu negara, JAPPDI meminta pemerintah agar mengambil kebijakan impor dari negara lain.

Dalam rangka mendukung stabilitas harga daging khusunya jelang hari besar keagamaan, JAPPDI menyarankan  pemerintah perlu mengimpor frozen daging sapi ataupun kerbau (daging beku).

“Sebab kebutuhan daging nasional tahun 2022 sebanyak 266.065 ton. Sementara pemerintah sendir telah mengambil kebijakan kuota impor tersebut sejumlah 120.000 ton. Terdiri dari 100.000 ton daging kerbau dan 20.000 ton daging sapi. Kemudian sisanya diberikan kepada pengusaha swasta, baik dalam bentuk sapi bakalan maupun daging beku atau frozen,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Dirjen Bapokting Kementerian Perdagangan, Isy Karim memastikan berdasarkan data yang diterima dari Dirjen PKH, stock daging menjelang Ramdhan dan Lebaran 2022 masih mencukupi.

“Kita habis rapat di KSP untuk memantau harga daging menjelang ramadhan dan lebaran nanti. Dari sisi dirjen PKH stock mencukupi untuk sampai lebaran nanti,” kata Isy Karim.

Menurut dia, kedepnnya pemerintah akan menerapkan kebijakan untuk memobilisasi sapi-sapi lokal agar menyumbang stock daging nasional sebesar 62%.

“Dan untuk menyeimbangkan, pemerintah mengimportasi daging beku kerbau, agar harga daging sapi tidak menjadi liar,” ujanya.

Isy Karim memastikan kepada para pedagang dan masyarakat, agar tidak perlu khawatir terkait dengan stock daging sapi untuk bulan Ramadhan dan Lebaran 2022.

“Untuk stok para pedang tidak perlu khawatir masih mencukupi menurut data yang kami terima,” tuturnya.***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo
Ekonom Senior Ini Dorong Gunernur BI Baru Tak Hanya Laksanakan Tugas Moneter
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Diduga Ada Tekanan dari Istana
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:47 WIB

Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo

Senin, 27 Juli 2026 - 14:51 WIB

Ekonom Senior Ini Dorong Gunernur BI Baru Tak Hanya Laksanakan Tugas Moneter

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:02 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Diduga Ada Tekanan dari Istana

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB