KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Pelaksanaan vaksin jenis Pfizer mulai dilakukan di seluruh kelurahan di 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Didampingi Lurah Jakasetia Awis Subianto dan Kasie Pem dan Trantibum (Koordinator vaksin) Mochamad Adhi Wakil walikota Bekasi Tri Adhianto Djahyono meninjau langsung vaksinasi di masjid Al-Ihsan, perumahan Pondok Timur Mas RW 13, kelurahan Jakasetia pada Jumat (27/08/21).
“Hari ini dimulai kita melakukan vaksinasi massal vaksin Pfizer yang baru saja diberikan oleh pemerintah pusat hari ini ada 280 titik tempat untuk warga masyarakat melakukan vaksin,” ujar Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto.
Animo masyarakat sangat tinggi dalam vaksinasi yang digelar secara serentak tersebut. Hal tersebut terpantau di beberapa lokasi vaksin salah satunya di RW 13 tersebut. Vaksin tersebut merupakan dosis pertama yang dilakukan pemerintah dengan jenis vaksin Pfizer.
“Secara umum pantauan begitu besar animo masyarakat untuk melakukan vaksin jadi karena memang kebutuhannya masih banyak jadi saya menghimbau juga ketersediaan vaksin di kota Bekasi juga ada penambahan, jadi supaya di dalam rangka untuk mempercepat herd imunity masyarakat,” imbuhnya.
Seperti terlihat dibeberapa lokasi, animo masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut.
Hingga saat ini warga kota Bekasi yang telah mendapat vaksin sudah mencapai 360.000 jiwa. Jumlah tersebut belum termasuk vaksin yang digelar jajaran Polres Metro Bekasi Kota serta Kodim 0507/Bekasi dan pihak swasta yang juga menggelar vaksin bagi warga.
Tenaga kesehatan dikerahkan dalam kegiatan vaksinasi yang akan digelar selama 2 hari tersebut. Dengan jumlah nakes yang terbatas, maka strategi penempataan dilakukan secara optimal agar dapat mengcover 280 titik vaksin.
“Kalau nakes, di samping kekuatan yang kita miliki, seluruhnya kita optimalkan nakes yang kita miliki dari mulai puskemas, rumah sakit tipe D, kita juga meminta bantuan rumah sakit swasta serta klinik-klinik yang ada, mereka kita optimalkan untuk mambantu agar pelaksanaan ini bisa secara cepat berlangsung,” imbuhnya.
Di setiap titik, target 500 warga masyarakat tervaksin, dan satu kelurahan ada 5 titik, sehingga satu kelurahan targetnya adalah 2.500 vaksin.
Shinta (40) salah satu warga yang mengantarkan anaknya yang bernama Elsa untuk vaksin mengaku ini baru pertama kali anaknya akan menjalani vaksin.
“Saya mengantarkan anak saya vaksin karena baru kali ini ada kesempatan mendapatkan vaksin, dan ada banyak pertimbangan dan agak sulit untuk yang untuk usia anak sekolah saya memang mencari yang dekat-dekat lingkungan dan kebetulan sekarang ada,”kata Shinta
Sementara itu, Elsa (16) yang duduk di bangku sekolah kelas 2 SMA mengaku phobia terhadap jarum suntik.
“Takut sedikit, sama jarum suntik, semoga dengan vaksin dapat mengurangi penyebaran Covid-19,” tandasnya.(Mam)










