Fransiscus Go Menyapa Masyarakat Flores

- Editor

Jumat, 29 Maret 2024 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Robert Kadang (Wartawan Senior NTT)

KUPANG, Media Karya – Kunjungan Fransiscus Go bersama tim ke Kabupaten Flores Timur, diawali ke Istana Raja Larantuka, Minggu (24/3/2024). Pertemuan dengan Raja Larantuka, Don Martinus DVG (diaz viera degodinho). Raja Don yang didampingi isteri dan anak-anaknya, menyambut Frans Go dengan penuh kehangatan.

Dia tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada Frans Go, yang telah mengunjunginya. Sebaliknya, Frans Go menyatakan rasa terima kasihnya karena telah diterima secara kekeluargaan. “Terima kasih atas kunjungan Pak Frans Go, semoga rencana dan perjalanan bapak diberkati Tuhan,” ujar Raja Don.

“Saya juga berterima kasih kepada Bapak Don Martinus, yang telah menerima saya dan tim, dengan penuh keakraban. Terima kasih atas doanya. Saya juga berdoa semoga bapak diberi kesehatan yang baik,” balas Frans Go.

Kedua tokoh ini lalu terlihat ‘ngobrol ringan, sambil sesekali tertawa. Sayangnya, pertemuan tersebut terbilang singkat, karena Frans Go dan tim kemudian menuju titik pertemuan selanjutnya, di San Dominggo Keuskupan Larantuka.

Di tempat ini, ada banyak hal yang diperbincangkan. Mulai dari minimnya penyerapan lapangan kerja, yang berimbas pada tingginya angka pengangguran di Folores Timur, pentingnya menciptakan kawasan ekonomi terpadu, pengembalian status pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan ke Pemerintah Kabupaten Flores Timur, hingga permintaan agar Frans Go tidak terjebak dalam pusaran korupsi karena akan merusak Nusa Tenggara Timur.

Permintaan itu bukannya tanpa alasan. Sebab, sejumlah tokoh masyarakat Flores Timur yang hadir saat itu, sangat mengandalkan Frans Go mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi NTT.

Baca Juga:  Pasca Putusan MK: Siapkah MPR Bergerak Produktif dan Berintegrasi?

“Menjadi pemimpin di NTT, janji harus ditepati. Sudah banyak calon gubernur yang datang, tapi janji tinggal janji. Lapangan kerja minim di Flotim, sehingga banyak anak muda di Larantuka, menganggur. Butuh kawasan ekonomi terpadu di Flotim, agar peningkatan kesejahteraan rakyat bisa terwujud. Pak Frans jangan terjebak dalam pusaran korupsi, karena akan merusak daerah ini,” tandas Meme da Silda, seorang ibu rumah tangga.

“Terus terang, saya baru bertatap muka dengan Pak Frans Go. Saya sudah mengenalnya di berbagai dunia maya. Saya tertarik lalu menyempatkan diri datang dan bertemu langsung. Kesan pertama sangat positif. Sebagai seorang pengusaha skala nasional, saya yakin Pak Frans Go bisa membawa perubahan bagi daerah ini. Satu hal yang kami minta, tolong kembalikan pengelolaan TPI ke Pemkab Flores Timur, karena dari situ sumber PAD kami. Sejak Pemerintah Provinsi mengambi alih pengelolaan TPI, PAD Flores Timur turun drastis,” ungkap Ferdy Loboema yang berprofesi sebagai guru.

Mendapat banyak masukan, Frans Go mengatakan, dirinya siap menepati janji. “Mari kita sepakat untuk berbuat kebaikan dan kemajuam daerah ini. Saya tidak muluk-muluk buat janji, tapi ingatkan dan doakan saya untuk selalu bekerja secara baik. Yang terpenting saat ini, kedatangan saya bersama tim, ada Gus Deni, ada Om Heri dari Bali dan Om Ary Huma dari Kupang, adalah untuk mencari saudara saya yang ada di Flores Timur. Semoga kedatangan saya ini bisa diterima dan kita sama-sama membawa perubahan bagi daerah ini,” ujar Frans Go diplomatis.(***)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:51 WIB

Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru