Kontingen DKI Unggul Sementara di PON XXI Aceh, Ustadz Khoirudin Ingatkan Jangan Cepat Berpuas Diri

- Editor

Kamis, 5 September 2024 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Calon Kuta ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Khoirudin mengapresiasi prestasi kontingen Jakarta yang berhasil memimpin perolehan medali sementara perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI setelah berhasil menggusur Riau dari posisi puncak.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari, website ponxxi.acehprov.go.id, hingga Kamis (5/9) pukul 08.26 WIB DKI Jakarta sudah berhasil meraih 6 emas, 10 perak, dan 4 perunggu. Sementara, di posisi kedua ditempati Provinsi Riau dengan koleksi 6 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Khoirudin mengungkapkan pencapaian saat ini sangat patut disyukuri, namun juga jangan cepat berpuas diri karena kompetisi PON XXI masih panjang.

“Saya menyampaikan rasa turut berbahagia, salut, dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim, baik para atlet, pelatih, dan tim support DKI Jakarta di PON XXI,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/9/2024).

Ketua DPW PKS DKI Jakarta yang akrab disapa Ustadz Khoirudin ini berharap agar hingga PON XXI usai atlet-atlet DKI Jakarta dapat mendulang sebanyak-banyaknya medali emas hingga menjadi Juara Umum.

“Semoga kerja keras semua, termasuk KONI DKI Jakarta dapat membuahkan hasil maksimal,” terangnya.

Kata Khoirudin, apapun hasilnya di PON Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) ini, nantinya tetap akan dilakukan evaluasi.

Sebab, kinerja maupun prestasi KONI dan para atlet diukur dari perolehan medali.

“Nanti kita akan duduk bareng untuk mengevaluasi kekurangan dan kelebihan untuk semakin baik lagi ke depan. Hari ini saya bahagia DKI memimpin perolehan medali, semoga bisa terus bertahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jateng Masuk Provinsi Termiskin, Layakkah Ganjar Maju di Pilpres 2024?

Ia meminta, para atlet yang berkompetisi di PON XXI untuk tetap fokus berikhtiar dan berdoa agar bisa memperoleh hasil terbaik mempersembahkan medali emas untuk Jakarta.

“Pertandingan ini kan proses atau ikhtiar, tapi hasil akhir adalah kewenangan dari Sang Pencipta. Saya mengingatkan agar seluruh atlet apapun agamanya untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ucapnya.

Menurut Khoirudin, dengan para atlet semakin dekat kepada Sang Pencipta maka akan mendapatkan ketenangan, termasuk saat bertanding.

“Kalau sudah tenang maka bisa fokus dan bertanding dengan lepas atau tanpa memikirkan beban,” tuturnya.

Tidak kalah penting, imbuh Khoirudin, para atlet tidak boleh merupakan orang tua sebagai “keramat” di dunia. Untuk itu, para atlet harus juga meminta restu dan doa dari orang tua.

“Orang tua adalah keramat bagi anak-anaknya. Ridho Allah berada pada ridho orang tua,” bebernya.

Ia menambahkan, perhatian lebih diperlukan terkait dengan pemenuhan kebutuhan pembiayaan atlet. Namun, tentunya juga menjadi catatan kita agar jangan sampai dengan pembiayaan pembinaan yang besar, ada atlet yang akhirnya pindah ke provinsi lain.

“Saya sudah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat yang dalam beberapa tahun terkahir menjadi Juara Umum PON XXI hingga Kabupaten Bekasi. Saya bertemu dengan pihak Dinas Olahraga setempat untuk membandingkan pembinaan atlet yang dilakukan hingga pemenuhan pembiayaannya, memang perlu pendanaan yang besar,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mengapa Nama Pratikno Kini Dikaitkan Mundur?
Kesehatan dan Kecantikan di Atas 40 Tahun: Usia Bukan Tembok, Melainkan Pintu Menuju Masa Emas
Peninjauan Kembali dan Wacana Kembali ke UU 1945 Asli: Antara Harapan Konstitusional dan Batas Hukum
Tujuh Tahun Dua Surat Penyetaraan: Di Balik Polemik Riwayat Pendidikan Wakil Presiden
Jalan Remuk Para Pemimpin, Wujud Demokrasi yang Berakar di Konstitusi
Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 
Listyo Sigit dan Denyut Presisi: Kekuatan Polri, Ketenangan Indonesia
Di Balik Jatuhnya Sang Jaksa dan Berkas yang Membeku

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Mengapa Nama Pratikno Kini Dikaitkan Mundur?

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Kesehatan dan Kecantikan di Atas 40 Tahun: Usia Bukan Tembok, Melainkan Pintu Menuju Masa Emas

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Peninjauan Kembali dan Wacana Kembali ke UU 1945 Asli: Antara Harapan Konstitusional dan Batas Hukum

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Tujuh Tahun Dua Surat Penyetaraan: Di Balik Polemik Riwayat Pendidikan Wakil Presiden

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Jalan Remuk Para Pemimpin, Wujud Demokrasi yang Berakar di Konstitusi

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Nama Pratikno Kini Dikaitkan Mundur?

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:55 WIB