Di Mana Takdir Negeri Nusantara

- Editor

Sabtu, 28 September 2024 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Yudhie Haryono

Prof. Yudhie Haryono

Oleh: Yudhie Haryono

Kisah dan cerita itu muncul kembali. Cerpen dan novel nusantara kini mulai marak kembali. Imajinasi keagungan atlantik hadir kembali. Zaman keemasan lemuria mengemuka kembali.

Tetapi, taukah anak-anak kita tentang Nusantara? Ini merupakan bahasa Kawi dari kata nusa yang artinya “pulau” dan kata antara yang artinya “terpisahkan.” Singkatnya nusantara itu negara kepulauan: samudra yang ditaburi ribuan pulau.

Di Indonesia, istilah “Nusantara” secara spesifik merujuk kepada kepulauan Indonesia. Kata ini tercatat pertama kali dalam kitab Negarakertagama untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit; yang kawasannya mencakup sebagian besar Asia Tenggara. Satu peradaban gigantik mula Indonesia lama.

Kini, ia tak baik-baik saja. Karenanya, mari perbaiki lewat pertempuran dengan sederhana. Dengan kalimat dan buku yang tak sempat dibaca dan dicetak karena mantera dan mukjizat tak lagi ada.

Ya. Ketika banyak kawan mati bunuh diri dalam kesepian dan kekejaman krisis tiada henti, mari berbagi resah dan kejeniusan semesta yang luput diketik para nabi di kitab suci.

Baca Juga:  Kini Kita Bernegara Tanpa Ideologi

Ya. Negeri kita bagai kitab suci. Tebal, asing, enigmatis dan tak mudah dibaca selesai dalam satu hari sampai mengerti makna semuanya.

Terlebih, kitab suci terbaru di dunia adalah “Kapitalisme Global” yang berteologi Neoliberal. Mereka makin gigantik dan mengglobal karena teknologi informasi dan medsos yang bergerak tanpa nilai-nilai purba (moral, etik, kemanusiaan dan kesemestaan).

Isinya hanya berisi lima wawasan: keserakahan, ketamakan, kerakusan, ketidakterbatasan, ketidakadilan.

Hari ini banyak sekali warganegara kita membaca kitab tersebut dan terpapar dalam keseharian. Dan, itu semua melawan kodrat nusantara, mengkhianati Indonesia, melupakan nilai-nilai pancasila.

Bersama pemerintahan baru ini, mari temukan arus balik nusantara. Kukuhkan daulat Indonesia. Cetak jutaan patriot pancasila. Semaikan milyaran kurikulum atlantik. Indonesia akan jaya.

Penulis: Presidium Forum Negarawan

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kantor Dinas LH Adalah Ruang Publik-Bukan Istana Tertutup
Pasca Putusan MK: Siapkah MPR Bergerak Produktif dan Berintegrasi?
Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia
Bengawan Kejaksaan: Tindakan Disiplin dari Tingkat Pusat Hingga Daerah
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Pengawasan Lelang Proyek Jangan Formalitas: Belajar dari Proyek Jalan Poros Lingkar Waduk Penjalin Brebes
Putusan MK Telah Diucapkan: Fakta Tersedia dan Jalur Hukum yang Terbuka di Hadapan Kita

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kantor Dinas LH Adalah Ruang Publik-Bukan Istana Tertutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Pasca Putusan MK: Siapkah MPR Bergerak Produktif dan Berintegrasi?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Bengawan Kejaksaan: Tindakan Disiplin dari Tingkat Pusat Hingga Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera

Nasional

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:42 WIB

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia

Nasional

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:37 WIB