Dinas Gulkamat Harus Berani Tunjukan Bukti Otentik, Hasil Pemeriksaan Berkala Gedung Glodok Plaza

- Editor

Jumat, 24 Januari 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya-Dinas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta diminta secara rutin melakukan pemeriksaan sistem keamanan kebakaran pada gedung bertingkat di Ibukota.

Sistem keamanan kebakaran gedung bertingkat wajib dipenuhi oleh pengelola dan secara berkala dilakukan pemeriksaan guna memastikan peralatan dapat berfungsi secara baik.

“Sistem keamanan kebakaran gedung bertingkat wajib dipenuhi oleh pengelola dan secara berkala dilakukan pemeriksaan guna memastikan peralatan dapat berfungsi secara baik,” ujar pengamat kebijakan publik, Sugiyanto saat berbincang dengan wartawan, Jumat (24/1/2025).

Kata pria yang akrab disapa SGY, sesuai aturan yang berlaku, seluruh gedung bertingkat di Ibukota harus memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai.

“Sistem peralatan pemadam kebakaran di gedung bertingkat di antara APAR, fire springkel, hydran dan jalur evakuasi harus tersedia,” ujanya lagi.

Pria berkacamata ini juga meminta instansi terkait bersikap tegas menindak pengelola gedung bertingkat yang tidak memenuhi standar keamanan kebakaran.

“Karena persyaratan keamanan mutlak dipenuhi sehingga saat terjadi kebakaran dapat dilakukan upaya pemadaman dan penyelamatan korban secara cepat dan tepat,” ungkapnya.

SGY juga mendesak kadis Gulkamat harus berani tunjukan bukti otentik surat keselamatan kebakaran (SKK) yang dikeluarkan oleh dinas damkar sendiri yang setiap tahun nya gedung-gedung dievaluasi

“Agar tidak terulang lagi kejadian kebakaran seperti di Glodok Plaza, kalo memang dicek secara berkala oleh dinas Gulkanat pasti kan ada bukti otentik nya. Bisa ditunjukan kepada publik,” tegasnya.

Seperti diketahui, sampai dengan Kamis (23/1/2025) petugas kembali membawa satu kantong jenazah di lokasi kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat. Total, ada 12 jenazah yang ditemukan.

Baca Juga:  Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut

“Satu kantong jenazah (pukul) 16.30 WIB,” Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifuddin, kepada wartawan, Kamis (23/1/2025).

Syarifuddin mengatakan kantong jenazah itu dibawa sekitar pukul 16.30 WIB. Total, ada 12 kantong jenazah dari lokasi kebakaran Glodok Plaza yang telah dievakuasi.

Kebakaran terjadi di Glodok Plaza pada Rabu (15/1/2025) malam. Api baru dapat dipadamkan pada Kamis (16/1/2025).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengungkapkan sebanyak 694 gedung bertingkat di Jakarta belum memenuhi syarat proteksi kebakaran.

“Jadi, dari hasil pemeriksaan terhadap 2.609 gedung bertingkat, kami mencatat sebanyak 694 gedung dinyatakan belum memenuhi syarat proteksi kebakaran. Sementara sisanya sebanyak 1.915 gedung dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Satriadi Gunawan, saat dihubungi Media Karya, Kamis (23/1/2025).

Terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di gedung Glodok Plaza beberapa waktu lalu, Satriadi membeberkan bahwa bangunan tersebut berdasarkan data tahun 2023 dinyatakan tidak memenuhi syarat proteksi kebakaran.

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan di antaranya meliputi, proteksi kebakaran aktif dan pasif seperti springkel dan sprint protektor, alat evakuasi dan manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG) yakni siapa berbuat apa saat terjadi kebakaran.

Satriadi menambahkan, pihaknya memberikan sertifikat keselamatan kebakaran kepada pengelola gedung yang dinyatakan memenuhi syarat saat dilaksanakan pemeriksaan proteksi kebakaran setiap tahun.

“Sementara gedung yang dinyatakan tidak lolos diminta dilakukan perbaikan. Kami tidak melakukan eksekusi melainkan melakukan pembinaan agar pemilik atau pengelola memperbaiki proteksi keselamatan kebakaran,” tandasnya.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Penyaluran Bansos Dikeluhkan, SGY Minta Pemerintah Tak Kaku Gunakan Desil
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB