JAKARTA, Mediakarya – Pelantikan susunan baru Dewan Pengawas Perumda PAM Jaya, yang digelar Senin (4/8) menjadi momen penting dalam perjalanan transformasi PAM Jaya.
Prasetyo Edi Marsudi, atau yang akrab disapa Om Pras, dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas, didampingi oleh Marullah Matali, tokoh birokrasi dan ulama kharismatik, serta Sang Made Mahendra Jaya dan Mirwan BZ Vauly sebagai anggota.
Pengamat kebijakan publik Sugiyanto menilai kehadiran Om Pras dalam struktur Dewan Pengawas membawa harapan kuat akan sinergi politik dan birokrasi yang efektif dalam mengawal misi strategis PAM Jaya.
“Sosoknya dikenal luas sebagai politisi senior PDI Perjuangan yang memiliki gaya komunikasi terbuka, lugas, dan bersahaja. Pengalaman Om Pras selama tiga periode sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, termasuk dua kali menjabat sebagai Ketua DPRD, membentuk dirinya sebagai aktor penting dalam pengambilan keputusan publik di Jakarta,”ujarnya kepada wartawan, Senin (4/8).
Menurut pengamat yang akrab disapa SGY ini penunjukan Om Pras bukan semata soal representasi politik. Dalam pernyataan usai pelantikan, ia menyampaikan komitmen untuk langsung tancap gas. Ia menegaskan pentingnya kontribusi konkret dalam memastikan terwujudnya akses air bersih yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.
“Ia juga menekankan perlunya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan serta menggaungkan kampanye kesadaran lingkungan melalui edukasi air perpipaan,” ujarnya lagi
Bersama Om Pras, lanjut SGY hadir pula nama Marullah Matali, mantan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.
“Keterlibatan Bang Marullah sebagai anggota Dewan Pengawas memperkuat posisi PAM Jaya dalam menghadirkan tata kelola perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berpihak kepada masyarakat. Dengan pendekatannya yang inklusif dan berbasis nilai-nilai spiritual, Marullah diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara PAM Jaya dengan masyarakat akar rumput yang selama ini masih kesulitan mendapatkan layanan air bersih,” urainya.
Dalam konteks transformasi manajemen, menurut SGY Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjadi sosok kunci yang telah menginisiasi berbagai strategi akseleratif.
“Di bawah kepemimpinannya, PAM Jaya menetapkan target ambisius: cakupan 100 persen layanan air bersih untuk seluruh wilayah DKI Jakarta pada 2029. Hal ini mencakup perluasan jaringan perpipaan sepanjang 7.000 kilometer, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, seperti IPA Buaran III, serta restrukturisasi sistem distribusi yang selama ini masih tertinggal di wilayah-wilayah padat penduduk dan kawasan marjinal,” ungkapnya.
Kata SGY dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang menekankan pentingnya kedaulatan air bersih di ibu kota, PAM Jaya berada pada jalur yang tepat untuk menjadi simbol keberhasilan transformasi layanan publik berbasis keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Target cakupan 100 persen air bersih pada 2029 bukanlah mimpi yang mustahil, melainkan sebuah keniscayaan yang sedang dirintis dengan langkah konkret dan kolaborasi strategis,” pungkasnya. (dri)











