JAKARTA,MediaKarya: Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas masih berjejer di Mako Brimob Kwitang dan sejumlah titik strategis lainnya, seperti Gedung DPR dan wilayah Slipi, untuk menuntut keadilan.
Malam ini, mereka bersatu menyuarakan protes atas insiden yang merenggut nyawa salah satu rekan mereka, yang diduga dilindas oleh oknum Brimob.
Aksi ini adalah wujud solidaritas dan tekad mereka yang tidak akan mundur.
Arianto, S.H., M.H., Ketua Umum Persatuan Ojek Online Seluruh Indonesia (POSINDO), dengan tegas menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi para korban, baik yang meninggal, terluka, maupun yang ditahan oleh pihak kepolisian.
“Kami tidak akan tinggal diam sebelum tuntutan kami dikabulkan,” ujar Arianto, menegaskan sikapnya.
Ia menyatakan bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggung jawab penuh atas insiden yang disebutnya sebagai
“pembunuhan dengan sengaja” pada malam Jumat pekan lalu.
POSINDO secara resmi mengajukan enam tuntutan kepada kepolisian. Pertama, mereka menuntut agar pelaku penabrakan meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan seluruh paguyuban ojol, tanpa menutupi wajah.
Hal ini bertujuan agar kasus dapat diawasi secara transparan dan mencegah kemungkinan pertukaran pelaku. Kedua, POSINDO meminta agar pelaku segera diproses hukum dan diberhentikan secara tidak hormat dari dinas kepolisian, disaksikan oleh seluruh paguyuban ojol.
Kemudian, ketiga, mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dengan pemberian santunan serta menanggung seluruh biaya hidup dan pendidikan bagi istri dan anak-anak korban.
Lebih lanjut, Arianto menuntut dibentuknya tim pencari fakta yang melibatkan perwakilan ojol untuk menjamin proses hukum yang adil dan transparan.
Lantas selanjutnya, kelima, mereka meminta agar seluruh pengemudi ojol, pelajar, dan mahasiswa yang ditangkap pasca unjuk rasa segera dibebaskan, karena Arianto menilai tindakan kepolisian terlalu agresif.
Terakhir, mereka berharap adanya surat perdamaian resmi untuk mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi antara polisi dan pihak ojol.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian. Namun, para pengemudi ojol bersumpah untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntutan mereka terpenuhi.











