Purbaya Dimakan “Buaya”

- Editor

Rabu, 5 November 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto: dok. Mediakarya)

Oleh: Yusuf Blegur

Belum pernah ada dagelan paling kocak sekaligus miris di dunia, selain dalam kasus Whoose. Seorang presiden yang berkoar-koar soal anti korupsi, malah mematahkan komitmen dan keberanian itu, yang dilakukan justru dari menteri yang notabene sebagai pembantunya

Bukan malah kasihan atau prihatin terhadap Menteri Keuangan RI Purbaya Yudha Sadewa. Publik malah makin simpati dan respek, sebab Purbaya telah menunjukan nyali dan komitmen kuat untuk menjadi orang baik dan benar.

Sikap Purbaya yang berani dan tanpa kompromi terhadap penyalahgunaan keuangan negara umumnya, dan utang beraroma korupsi Whoose khususnya, tetap terhormat walau akhirnya dipangkas atasan dan yang memberikan perintahnya sendiri, sang presiden.

Prabowo itu memang bukan pemimpin sejati. Bicaranya selalu lebih heboh dari tindakan nyata. Selalu kontradiktif dan terus mengangkangi nilai-nilai.

Dalam hal pemberantasan korupsi, Prabowo tak beda jauh dengan KPK dan Kejaksaan yang selama ini tebang pilih. Galak dan bengis terhadap yang lemah namun longgar dan takluk pada yang kuat mempermainkan hukum. Bukan lagi sekedar tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kebijakannya bagai membangun “safe house” bagi koruptor kakap dan nomor Wahid.

Terkait kebijakan Purbaya yang tegas dan pembelaan Prabowo terhadap warisan proyek KCJB Jokowi yang sarat utang dan indikasi korupsi. Justru membuat Prabowo semakin kentara hanya sebagai pemimpin boneka dan omon-omon saja. Dengan gampangnya bicara demi kepentingan rakyat namun sesungguhnya hanya untuk kepentingan orang-perorang dan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Miris, Ternyata Banyak Siswa SLTA di Aceh Utara Belum Bisa Baca Qur'an

Sebaliknya dengan Purbaya, apapun resiko dan akhir perjalanan tugasnya di kementerian keuangan, akan membuat Purbaya dikenal dan dikenang sebagai seseorang yang punya kemauan dan prinsip menjunjung tinggi memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Tentang Prabowo dan semua kebijakan ambivalensinya. Mau dikata apalagi, memang sudah seperti itu dan dari awal sudah ditunjukkan karakter sesungguhnya Prabowo. Tak ada pemimpin yang benar dan baik kalau lahirnya dari proses kecurangan dan kejahatan.

Terlebih sekedar menumpang pada kejahatan besar dan konspiratif. Jadilah pemimpin boneka yang seram, menjijikan dan bengis meski terlihat manis, lucu dan menggemaskan.

Ayo korupsi berjamaah, dijamin cepat dan aman. Tak terlihat dan tak terasa. Hus, hus, hus, ayo cepat bergabung, sebelum ketinggalan kereta, kereta cepat yang menakjubkan. Pasti ada cara hebat menutupi dan melindungi korupsi, terutama yang dilakukan secara massal dan cawe-cawe penguasa.

Untuk Purbaya, nikmati saja perjalanan panjang Indonesia walau tak menggunakan kereta cepat, jangan takut melewati hutan belantara dan banyak serigala seperti yang diungkapkan salah satu anggota DPR RI. Karena ikut dan hanya bertanggungjawab kepada presiden, nikmati dan anggap saja sedang melakukan “tour of duty”.

Betapapun tidak komitmen dan tidak konsistennya, orang-orang dan sistem termasuk pemimpin yang terlibat mengelola negara. Jalan terus dan fokus, namun tetap waspada dan hati-hati, jangan sampai jadi korban. Jangan sampai seorang Purbaya dimakan “Buaya”.

Penulis: Analis Institute for Public Po)cy Studies

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:51 WIB

Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru