ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ITPLN sosialisasi Rekayasa Teknologi Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya. (Foto: dok. ITPLN)

ITPLN sosialisasi Rekayasa Teknologi Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya. (Foto: dok. ITPLN)

SURABAYA, Mediakarya — Institut Teknologi PLN (ITPLN) bersama PT PLN (Persero) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan Program Rekayasa Teknologi Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur. Sekolah ini menjadi lokasi pertama pelaksanaan program pada tahun 2026.

Program yang berlangsung selama dua bulan ini difokuskan pada pendampingan siswa dan guru dalam memahami serta membangun proyek energi terbarukan skala kecil, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan waste to energy (WTE).

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Usaha ITPLN, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, M.M., IPU., ASEAN Eng., QRGP, menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran energi bersih dan isu perubahan iklim sejak dini kepada generasi muda.

“Selama dua bulan ke depan, kami akan mendampingi siswa dan guru untuk membangun proyek-proyek energi terbarukan, termasuk PLTS. Ini bukan sekadar belajar teknologi, tetapi juga menyiapkan generasi yang peduli terhadap masa depan bumi,” ujar Ahsin saat kegiatan di SMAN 5 Surabaya, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa penggunaan energi fosil secara masif telah memicu krisis iklim global, mulai dari peningkatan suhu bumi hingga bencana alam dan ancaman kesehatan.

“Pemanasan global, banjir, hingga munculnya penyakit baru adalah dampak nyata perubahan iklim. Karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman dan keterampilan energi terbarukan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahsin juga memperkenalkan ITPLN sebagai perguruan tinggi berbasis energi dan mendorong siswa SMAN 5 Surabaya melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. ITPLN juga akan membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Jawa Timur, yang mulai beroperasi tahun ini di PLN Udiklat Pandaan.

Sementara itu, Direktur Training Center ITPLN, Suharto, menyampaikan bahwa pelatihan difokuskan pada penerapan PLTS dan waste to energy, dengan pendekatan praktik langsung.

“Materi utama yang diajarkan adalah PLTS dan waste to energy. Untuk PLTS, siswa akan belajar sistem kerja, pengoperasian, pengecekan, hingga perawatan panel surya,” ujar Suharto.

Baca Juga:  PLN Beri Stimulus Listrik Senilai Rp9,34 Triliun Hingga Akhir Oktober

Ia menambahkan, ITPLN menyediakan peralatan pendukung yang akan digunakan selama pelatihan dan diserahkan kepada sekolah agar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran lanjutan.

“Peralatan akan kami bawa dan serahkan ke sekolah, sehingga siswa bisa langsung mempraktikkan ilmunya di kelas berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan sampah menjadi energi, mulai dari proses pengolahan hingga pemanfaatan hasilnya sebagai sumber energi terbarukan.

“Konsep waste to energy tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membantu mengurangi permasalahan sampah di lingkungan sekolah dan sekitar,” tambah Suharto.

Kepala SMAN 5 Surabaya, Sukirin Wikanto, S.Pd., M.Pd, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut sekolahnya telah memiliki fasilitas PLTS, namun pemanfaatannya belum maksimal.

“Di area parkir sudah terdapat atap dengan PLTS, tetapi efektivitasnya belum pernah dikaji secara mendalam. Pendampingan dari ITPLN dan PLN menjadi kesempatan pembelajaran nyata bagi siswa dan guru,” ungkap Sukirin.

Menurutnya, program ini juga memberikan wawasan karier di sektor energi kepada siswa.

“Bagi siswa yang tertarik pada bidang teknik dan kelistrikan, program ini membuka pemahaman tentang PLTS, dunia energi, dan peluang kerja ke depan. Ini bisa menjadi awal penemuan minat dan bakat mereka,” ujarnya.

Sukirin berharap kerja sama dengan ITPLN dan PLN dapat berlanjut dalam jangka panjang.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berkesinambungan. PLTS yang ada bisa dikaji ulang agar manfaatnya benar-benar dirasakan sekolah dan menginspirasi siswa untuk terlibat di sektor energi terbarukan,” pungkasnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen ITPLN dan PLN dalam meningkatkan literasi energi terbarukan sejak tingkat SMA, sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai penggerak transisi energi nasional menuju Net Zero Emission. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni
Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak
Wisuda ITPLN ke-48, Engineer Muda Siap Hadapi Era AI dan Geopolitik Energi
ITPLN Kupas Rahasia Stabilitas Listrik Hijau PLTS dan BESS di Nusa Penida
ITPLN Pelajari Strategi Kampus Digital Lewat Benchmarking di Bandung
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:46 WIB

Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni

Senin, 1 Juni 2026 - 12:09 WIB

Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:58 WIB

Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak

Berita Terbaru