BPKN RI Soroti Penanganan Mudik 2026: Kesiapan Minim hingga Informasi Tidak Pasti

- Editor

Rabu, 1 April 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya — Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan arus mudik Lebaran 2026. Ketua BPKN RI, Mufti Mubarok, menilai masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan konsumen selama perjalanan.

Dalam keterangan resminya, BPKN menegaskan bahwa aspek kesiapan menjadi catatan utama. “Kami melihat masih adanya indikasi kurangnya kesiapan dalam pengelolaan arus mudik tahun ini, baik dari sisi infrastruktur, koordinasi lintas sektor, maupun kesiapan layanan kepada masyarakat sebagai konsumen,” ujar Mufti.

Selain itu, BPKN juga menyoroti persoalan informasi yang dinilai belum akurat dan konsisten. Banyak pemudik mengeluhkan perbedaan informasi terkait kondisi lalu lintas, rekayasa jalan, hingga ketersediaan fasilitas umum. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan dan meningkatkan risiko di perjalanan.

“Informasi yang tidak pasti atau berubah-ubah sangat merugikan konsumen. Dalam konteks mudik, informasi adalah kebutuhan utama yang harus dijamin akurat, cepat, dan terintegrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, BPKN menekankan pentingnya langkah mitigasi yang lebih terencana dan berbasis data. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat mengantisipasi lonjakan kendaraan, titik kemacetan, serta potensi kecelakaan secara lebih efektif.

Baca Juga:  Pastikan Perlindungan Data Konsumen, BPKN Kawal Scan Mata

Dalam aspek rekayasa lalu lintas, BPKN menilai pemberlakuan sistem ganjil-genap perlu dikaji ulang secara komprehensif agar lebih tepat sasaran. Selain itu, penerapan contra flow juga dinilai perlu diperluas dan disesuaikan dengan kondisi lapangan guna mengurai kepadatan kendaraan secara optimal.

Tidak kalah penting, BPKN menyoroti kebutuhan akan rest area yang benar-benar ramah konsumen. Fasilitas istirahat dinilai masih belum memadai, baik dari sisi kapasitas, kebersihan, keamanan, hingga ketersediaan layanan dasar seperti air bersih dan tempat ibadah.

“Rest area harus menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi pemudik sebagai konsumen. Jangan sampai justru menjadi titik kemacetan baru atau bahkan menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan,” tambah Mufti.

BPKN RI mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan evaluasi ini sebagai dasar perbaikan ke depan. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen, diharapkan penyelenggaraan mudik di tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
BPKN RI Siap Dampingi Konsumen Terdampak Karhutla, Termasuk Penumpang Penerbangan yang Dirugikan 

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Headline

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:28 WIB