Heboh! Museum Vagina Satu-satunya di Dunia Resmi Ditutup

- Editor

Senin, 4 Oktober 2021 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LONDON, Mediakarya – Museum Vagina yang terletak di wilayah London, Britania Raya itu resmi ditutup. Penutupan museum tersebut dilakukan setelah pihak museum tidak memperpanjang sewanya yang berakhir dalam waktu dekat ini.

Melansir Vice pada Minggu (3/10/2021), Museum Vagina merupakan sarana edukasi untuk menguak hal-hal tabu di sekitar alat kelamin wanita.

Mulai dari anatomi vagina, menstruasi, menopause, kontrasepsi, identitas gender, ritual keagamaan seputar menstruasi, female genital mutilation (FGM), kekerasan seksual, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sayangnya, pemilik museum tersebut, yakni grup properti LabTech, tidak memperpanjang sewa museum yang berakhir pada 24 September lalu.

Museum Vagina sejauh ini tidak dapat menemukan sewa di tempat lain yang juga dapat diakses, terjangkau dan di kawasan komersial atau budaya, meskipun bukan karena ingin mencoba.

Museum ini mulai hidup sebagai serangkaian pop-up di Inggris, sebelum menemukan rumah fisik di Stables Market di Camden pada Oktober 2019.

Museum Vagina telah menerima pujian luas dalam beberapa tahun kehadirannya secara fisik di Camden, termasuk dukungan dari bintang-bintang seperti Gillian Anderson.

Baca Juga:  Belum Lama Divonis, Mantan Bupati Banjarnegara Kembali Ditetapkan Tersangka

Terlebih saat mereka membuka pameran Muff Busters: Vagina Myths and How To Fight Them pada 2019 yang berhasil mendatangkan pengunjung hingga 110 ribu orang.

Para pengunjung pun merasakan kebahagiaan bisa mengetahui lebih banyak tentang sejarah menstruasi. Pameran tersebut menerima umpan balik yang positif.

Setelah penutupan ini, Florence Schechter selaku pendiri museum mengatakan bahwa sampai Museum Vagina menemukan tempat baru untuk disewa, pihaknya akan mengoperasikan museum secara online.

“Kami akan bertindak seolah-olah itu adalah pandemi, Itu memberi kami banyak latihan tentang cara beroperasi tanpa ruang fisik. Melakukan banyak hal secara online atau menggelar acara secara online,” ujar Florence.

Ini bukanlah pertama kalinya Museum Vagina digelar secara online, bahkan sebelum memiliki tempat fisik di Camden. Museum Vagina setidaknya mencatat kunjungan sekitar 4 juta pengunjung online setiap bulannya. Hanya saja, kini pengunjung tidak bisa datang langsung ke museum untuk sementara waktu.(HDS)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan
MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Berita Terbaru