NIAS SELATAN, Mediakarya – Keterbatasan anggaran kembali menjadi momok bagi perkembangan dunia olahraga di Kabupaten Nias Selatan. Dari total delapan atlet karate berprestasi yang telah resmi terdaftar di kepanitiaan Kejurnas Karate Open Championship & Festival Piala Presiden, hanya satu orang atlet yang dipastikan berangkat untuk bertanding di Lampung pada 26–28 Juni.
Tujuh atlet lainnya terpaksa mengubur mimpi mereka berlaga di tingkat nasional akibat kendala finansial yang menghadang kontingen.
Mirisnya, keberangkatan satu-satunya atlet perwakilan Nias Selatan ini bukan bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Perjalanan ini murni terwujud berkat jerih payah dan dedikasi sang pelatih, Senpai S. Nehe.
“Kami sangat menyayangkan situasi ini. Ada delapan anak yang punya potensi besar dan sudah terdaftar resmi untuk membawa nama Nias Selatan di Piala Presiden. Namun, karena keterbatasan dana, kami harus realistis. Satu atlet yang berangkat ini pun hasil dari kami mengetuk pintu ke pintu membawa proposal bersama orang tua atlet. Sama sekali tidak ada bantuan dari Bupati atau pemda,” ujar Senpai S. Nehe.
Bersama dengan para orang tua atlet, mereka berinisiatif menggalang dana mandiri dengan menyebarkan proposal demi menutupi biaya akomodasi dan transportasi.
“Sebagai orang tua, kami sedih melihat anak-anak batal berangkat padahal sudah latihan keras. Kami patungan dan bantu Senpai sebar proposal sebisa kami demi ada satu perwakilan yang tetap pergi. Kami berharap Bapak Bupati bisa lebih peduli pada nasib dan bakat anak-anak daerah yang mau berprestasi ini,” ungkap salah satu perwakilan orang tua atlet yang enggan disebutkan namanya.
Hingga keberangkatan kontingen, dilaporkan tidak ada bantuan dana sepeser pun yang mengalir dari Bupati Nias Selatan maupun instansi pemerintah terkait untuk mendukung para putra-putri daerah ini.
“Anak-anak sudah siap bertanding, tapi anggaran yang menjadi penghalang. Kami bergerak mandiri lewat proposal karena nihilnya bantuan dari pemerintah daerah,” tegas Senpai S. Nehe.
Situasi ini memicu keprihatinan besar mengenai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung bakat-bakat muda yang siap membawa nama baik Nias Selatan di kancah nasional.
Sang pelatih dan orang tua atlet berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan ada perhatian nyata bagi masa depan atlet yang telah berjuang keras dalam latihan.(Nan)











