Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

- Editor

Jumat, 25 September 2026 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara G Nyoman Tio Rae bersama tim dan klien saat melaporkan PT Summarecon ke Mabes Polri.

Pengacara G Nyoman Tio Rae bersama tim dan klien saat melaporkan PT Summarecon ke Mabes Polri.

 

JAKARTA, MediaKarya: Kuasa hukum G. Nyoman Tio Rae melaporkan PT Summarecon ke Mabes Polri terkait persoalan tanah seluas sekitar dua hektare yang diklaim milik kliennya. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penguasaan dan perusakan terhadap lahan yang disebut telah berlangsung sejak 2017.

Dalam keterangannya, Nyoman Rae menyebut pihaknya telah membuat laporan pengaduan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mabes Polri. Selain PT Summarecon, pihaknya juga menyebut seorang individu berinisial JN dalam laporan tersebut.

“Pada hari ini kami membuat laporan berkaitan dengan tindakan penyerobotan dan perusakan sejak tahun 2017 sampai hari ini,” kata Nyoman Rae kepada awak media, Kamis (24/9/2026).

Menurut Nyoman Rae, tanah yang menjadi objek persoalan tersebut telah dikuasai dan kemudian dibangun sejumlah bangunan serta jalan. Ia menyebut lahan itu sebelumnya berada dalam penguasaan kliennya dan terdapat tanaman di atasnya.

“Yang kedua, perusakan tanah yang sebelumnya ada tanaman di atasnya sekarang sudah menjadi bangunan dan menjadi jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan upaya penyelesaian persoalan tersebut sebenarnya telah dilakukan selama beberapa tahun. Pihaknya mengaku telah mengirimkan sejumlah surat kepada pihak terkait, termasuk somasi, namun belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.

“Upaya yang dilakukan oleh klien kami sudah selama 4 tahun. Lalu sebelumnya tahun 2017 sudah melakukan upaya-upaya tapi buntu terus,” kata Nyoman Rae.

Nyoman Rae juga menyebut pihaknya telah mengirimkan dua somasi. Selain itu, yayasan sosial dan kesejahteraan yang disebut memiliki keterkaitan dengan pihak klien juga telah mengirimkan dua somasi kepada pihak yang dituju.

Baca Juga:  Ibu 77 Tahun Diduga Jadi Korban Sengketa Rumah Di Menteng

Namun, menurut dia, hingga laporan dibuat belum ada pembayaran maupun ganti rugi atas tanah yang diklaim sebagai milik kliennya.

“Sudah ada empat surat yang kami layangkan kepada pihak Summarecon. Sama sekali tidak ada respons positif atau penyelesaian konflik, setidaknya tidak melakukan penggantian kerugian atas tanah milik tanah,” tuturnya.

Terkait nilai kerugian, Nyoman Rae menyebut pihaknya memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp100 miliar. Nilai tersebut dikaitkan dengan tanah seluas kurang lebih dua hektare yang disebut berada di lokasi strategis di sekitar kawasan perumahan Summarecon.

“Kerugian kalau ditaksir kurang lebih Rp100 miliar. Rp100 miliar punya tanah milik kami. Karena tanah itu seluas dua hektare,” ujarnya.

Ia menambahkan laporan tersebut ditujukan kepada perusahaan serta pihak yang dianggap memiliki tanggung jawab dalam persoalan tersebut. Menurutnya, langkah hukum diambil setelah berbagai upaya penyelesaian yang dilakukan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.

Nyoman Rae berharap laporan tersebut dapat diproses secara transparan dan akuntabel oleh aparat penegak hukum. Ia juga menyatakan pihaknya siap mengikuti proses penyelidikan dan penyidikan terkait laporan tersebut.

“Kami berharap perkara laporan kami tidak berlipat kepada korupsi. Yang pertama. Yang kedua, proses penyelidikan dan penyidikan itu dilakukan secara transparansi, secara fungsional, dengan akuntabilitas,” katanya.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, materi video yang menjadi dasar berita ini baru memuat keterangan dari pihak G. Nyoman Tio Rae selaku kuasa hukum pelapor. Belum terdapat keterangan dari PT Summarecon maupun pihak berinisial JN mengenai tudingan dan laporan tersebut dalam materi yang tersedia.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono
Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden
Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden
Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI
Kasus Penyadapan Ilegal jadi Momentum Jenderal Suyudi Lepaskan Polri dari Stigma Parcok Warisan Geng Solo
Kapolri Didesak Tarik Semua Penyidik Polri di KPK yang Masih Setia ke Listyo Sigit
Tanah Adat Dirampas, Warga Yang Bela Tanah Justru Dipidanakan

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:40 WIB

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono

Sabtu, 7 November 2026 - 19:18 WIB

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 21:56 WIB

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:12 WIB

Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI

Berita Terbaru

Ilustrasi  (Foto: Ist)

Opini

Polri Milik Negara Bukan Milik Kekuasaan

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:37 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman (Foto: dok. Fraksi Gerindra)

Headline

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:18 WIB