Komnas HAM: Belum Ada Data Pasti Pelecehan Seksual di Kampus

- Editor

Sabtu, 13 November 2021 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pelecehan seksual di kampus Tanah Air masih terjadi. Meski tak mendapatkan data jumlah pelecehan seksual secara pasti, Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menyebutkan, fenomena itu banyak jumlahnya.

“Secara spesifik belum ada data (pelecehan seksual) yang komprehensif, memang tidak terlalu banyak (dilaporkan) ke Komnas HAM karena leading sectornya kan perempuan. Tetapi banyak juga kasus yang tidak dilaporkan,” ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, saat berbicara di diskusi virtual bertema Pro Kontra Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Sabtu (13/11).

Namun, ia menilai kasus pelecehan seksual banyak terjadi. Tak asal bicara, ia mengaku pernah menjadi dosen selama 34 tahun dan terbukti ada rekan sesama dosen yang mendapatkan sanksi etik karena masalah ini.

Dikutip dari republika, menurutnya, fenomena ini terjadi sejak dulu dan itu terjadi karena relasi kuasa dari dosen terhadap mahasiswa.

“Itu terjadi, saya juga melihat sendiri tetapi sulit diatasi karena kadang-kadang tidak sensitif (sedang dilecehkan). Misalnya membicarakan fisik mahasiswa dianggap normal dan tidak mengganggu,” ujarnya.

Baca Juga:  Komnas HAM Menargetkan Laporan Kasus Brigadir J Selesai Dua Minggu

Padahal, ia menambahkan, kampus bukan hal yang steril dari kesalahan. Banyak kasus pelecehan seksual tidak dibuka perguruan tinggi karena takut nama baik kampus rusak.

Apalagi, dia melanjutkan, kalau universitas negeri ada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang bisa menopang operasional, sedangkan kampus swasta bisa kehilangan arah karena bisa kehilangan kepercayaan.

Kendati demikian ia meminta kampus harus berani mengkoreksi dirinya karena ada kekeliruan yang harus dibenahi sebagai lembaga pendidikan. Dalam konteks ini, ia meminta kampus fokus pada edukasi mengenai pelecehan seksual. “Yang terpenting adalah membangun setting sosial yang terkadang juga rentan,” ujarnya.

Ia menyontohkan ketika mahasiswi bertemu dengan dosennya di ruangan yang sangat tertutup maka kampus bisa mengubah setting sosial. Misalnya jangan sampai dua belah pihak beda jenis kelamin yang memungkinkan terjadi pelanggaran etik, moral, hukum melakukan tindakan kekerasan terhadap lawannya. “Setting sosial harusnya disiapkan kampus,” katanya.   (qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

KPK Ingatkan Nusron Wahid Soal Keteladanan Pejabat Publik: Patuh Proses Hukum
Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
IPW Duga Jaksa Pangkas Dakwaan Febrie Adriansyah, Hanya Jerat TPPU Predicate Crime Korupsi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Dari Gedung MPR ke Hotel Royal Kuningan, Sekjen LPKAN Soroti Kronologi Dugaan Suap Muktamar NU
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KPK Ingatkan Nusron Wahid Soal Keteladanan Pejabat Publik: Patuh Proses Hukum

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:59 WIB

IPW Duga Jaksa Pangkas Dakwaan Febrie Adriansyah, Hanya Jerat TPPU Predicate Crime Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB