Bulog Bali Mengalokasikan 15 Ribu Ton Beras Hingga Juni Tekan Inflasi

- Editor

Sabtu, 13 Januari 2024 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR, Mediakarya – Bulog Bali mengalokasikan sekitar 15 ribu ton beras hingga Juni 2024 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya program bantuan pangan pemerintah dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan inflasi bahan pokok ini.

“Kami tetap berkoordinasi dengan pusat untuk menambah stok. Untuk sampai Juni, kami butuh sekitar 15 ribu ton,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriyadi, di Desa Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia menjelaskan sebanyak 15 ribu ton beras itu, di antaranya dapat didatangkan dari impor atau bisa juga dari provinsi tetangga yakni Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah pusat saat ini sedang dalam proses pengadaan sebanyak dua juta ton beras impor.

Impor beras dilakukan karena terjadi kemunduran musim panen selama dua bulan akibat kekeringan atau dampak fenomena iklim El Nino yang menyebabkan musim tanam terganggu.

Biasanya, kata dia lagi, penyerapan Bulog dari petani dilakukan pada Februari karena musim tanam yang dilakukan pada November.

Namun, kekeringan akibat El Nino membuat para petani baru bisa memulai tanam pada Januari ini atau mengalami kemunduran selama dua bulan, sehingga diperkirakan baru ada panen raya sekitar April.

Baca Juga:  Politisi PKS Ini Ingatkan Pemindahan IKN Berpotensi Memperbesar Bencana Ekologis

“Memang di sini (Bali) belum ada panen dan anomali ini memang luar biasa dengan El Nino,” katanya lagi.

Meski di beberapa daerah di Jawa ada panen, namun harga gabah mahal mencapai di atas Rp7.000 per kilogram.

Sedangkan, kata dia pula, saat ini Bulog menyerap dari petani sebesar Rp6.300 per kilogram untuk harga gabah kering giling (GKG) atau naik dari harga sebelumnya pada 2022 mencapai Rp5.500 per kilogram.

Stok beras di enam gudang Bulog di Bali, ujar dia lagi, saat ini mencapai sekitar 3.200 ton yang mencukupi untuk Januari 2024 dengan klasifikasi beras medium.

“Untuk alokasi Januari ini masih tergolong aman, dan kami tetap koordinasi dengan pusat untuk menambah stok,” ujarnya pula, dilansir dari antara.

Selain dialokasikan untuk bantuan pangan dan SPHP, beras di gudang BUMN bidang logistik pangan itu, juga melayani TNI dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menitipkan cadangan beras pemerintah (CBP). (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar
Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi
GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang
Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi

Jumat, 18 September 2026 - 07:39 WIB

GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist)

Opini

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:32 WIB

Teddy Indra Wijaya saat saat mengusir sejumlah direksi pengelola sektor tranportasi dalam acara Peresmian LRT jurusan Manggarai-Kelapa Gading pada 16 September 2026.

Opini

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:17 WIB