Dituding Jenderal Gadungan di Channel YouTube Irma Hutabarat, Gem Sunardi Polisikan Mantan Istrinya

- Editor

Sabtu, 8 Juli 2023 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gem Sunardi bersama istri sah Paula Sharon Ekasinta (Sharon) menunjukan Putusan Pengadilan Negeri Depok.

Gem Sunardi bersama istri sah Paula Sharon Ekasinta (Sharon) menunjukan Putusan Pengadilan Negeri Depok.

JAKARTA,Mediakarya- Beberapa waktu lalu Viral video Podcast Youtube Irma Hutabarat, yang menghadirkan mantan Istri yang menuduh mantan suami Gem Sunardi sebagai penipu dan jenderal gadunga. Oleh karena itu, Gem Sunardi melakukan klarifikasi kepada awak media.

Gem menegaskan, apapun yang disampaikan oleh mantan istrinya, Luquan Yang dalam podcast tersebut tidak benar. Di antaranya yang menuduh dirinya sebagai jenderal gadungan.

“Saya tidak pernah menjadi anggota TNI/Polri. Saya ini hanya anggota sebuah ormas. Hanya saja seragamnya identik dengan TNI. Tapi seragam tersebut tidak pernah saya pakai di luar rumah untuk mengaku sebagai jenderal seperti yang dituduhkan,” ungkap Gem Sunardi Jum’at (7/7/2023).

Menurutnya, jika dirinya mengaku jenderal kemudian menipu orang lain, tentunya sudah lama ditangkap oleh kepolisian.

“Jika saya mengaku jenderal TNI tentunya Garnisun sudah bertindak. Dan saya tegaskan bahwa seragam yang saya miliki itu bukan milik TNI akan tetapi itu seragam Ormas yang warnanya mirip dengan TNI. Dan itu pun tidak ada pangkatnya,” tegasnya.

Mengenai dirinya dituduh menipu 10 miliyar, Gem Sunardi pun dengan tegas membantahnya. Sebab ia tidak pernah melakukan hal tersebut.

“Itu tidak benar, saya tidak pernah menipu dia 10 Miliar, malah sebaliknya harta saya yang di akuisisi sama dia, rumah saya di Cinere dia yang tempati saya terpaksa harus keluar dari rumah karena dia mengancam akan menikam saya”, jelasnya.

Lebih lanjut, kata Gem, bahwa rumahnya pernah digadaikan di bank oleh mantan istrinya senilai 3,5 miliar untuk keperluan bisnis. Namun cicilan bank tersebut harus dibayar oleh Gem. Padahal dirinya tidak pernah memakain uang tersebut.

“ Jadi rumah itu diagunkan ke bank senilai 3,5 M untuk keperluan bisnis dia, seperti membeli 2 unit excavator Merek Sanny dan 1 unit loder dan 2 unit gensetnya serta pump sedot air besar 4 unit dan lain penunjangnya, dan semua cicilan bank saya yang bayar,” kata Gem Sunardi.

Baca Juga:  Sahroni: Perlu Kajian Mendalam Terkait Usulan "moge" Lintasi Jalan Tol

Selain itu, Gem juga membantah bahwa pernah mengusir mantan istrinya. “Itu tidak benar, justru rumah saya saat ini dikuasai oleh mantan istri saya, secara melawan hukum,” katanya.

Ia juga menjelaskan semua cerita bohong yang diungkapkan mantan istrinya sebenarnya sudah dipertanggungjawabkan di depan pengadilan saat sidang cerai keduanya.

“Jadi saya tegaskan bahwa semua pernyataan yang disampaikan oleh mantan istri saya itu sebagai fitnah. Saya akan mengklarifikasi semuanya jika nanti diperlukan,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Gem Sunardi, Rakhmad Jaya mengatakan bahwa ada indikasi bahwa mantan istrinya ingin menguasai semua harta benda kliennya. Hal tersebut terbukti dengan adanya upaya yang dilakukan berulangkali terkait dengan program bayi tabung.

“Kecurigaan kami, mantan istri mencoba untuk mengakuisisi semua harta dengan mengupayakan program bayi tabung sebanyak 3 kali namun gagal. Kami menduga bahwa program bayi tabung itu dengan tujuan supaya ada keturunan dari pak Gem yang bisa serta merta menguasai harta Gem sunardi,” ujarnya.

Terkait dengan tudingan penipuan sebagaimana yang dituduhkan oleh mantan istrinya, kata Rakhmad Jaya, jika memang itu benar kenaoa tidak dilaporkan ke aparat kepolisian.

Rakhmad Jaya mengungkapkan bahwa kliennya telah melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan tindak pidana Pencemaran Nama Baik di media sosial.

Ia juga meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Irma Hutabarat karena telah menayangkan berita kebohongan tentang kliennya tanpa ada validasi kedua pihak.

“Irma semestinya klarifikasi dulu dong, jangan mau asal viral, malah blunder. Validasi dulu baru di muat ke media sosial biar semua jelas dan tidak ada yang dirugikan, kami akan menunggu klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka saudari Irma terhadap klien kami,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
SBY Geram, Ada Mantan Presiden Jadi Hantu Demokrasi, Prof. Didik: Usut Agen dan Prinsipal Penyadapan
Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka
Mubahalah Habib Rizieq Mulai Bekerja! Satu Per Satu Pelaku KM 50 Dijatuhkan Allah
LPKAN: Negara Hukum Tidak Boleh Dikendalikan Kekuasaan, Polri Bukan Alat Kelompok
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Jangan Berhenti di Polri, LI-PTK Desak Prabowo Copot Menteri KMP Afiliasi Geng Solo
Sekjen PDIP Apresiasi Kapolri Jenderal Suyudi, Penyadapan Presiden Prabowo Itu Pelanggaran HAM Berat dan Makar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 12:33 WIB

SBY Geram, Ada Mantan Presiden Jadi Hantu Demokrasi, Prof. Didik: Usut Agen dan Prinsipal Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka

Kamis, 5 November 2026 - 08:16 WIB

Mubahalah Habib Rizieq Mulai Bekerja! Satu Per Satu Pelaku KM 50 Dijatuhkan Allah

Rabu, 4 November 2026 - 17:38 WIB

LPKAN: Negara Hukum Tidak Boleh Dikendalikan Kekuasaan, Polri Bukan Alat Kelompok

Berita Terbaru