Eggi Sudjana dan Skandal Ijazah Palsu Jokowi, Kontradiksi atau Manusiawi?

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto: dok. Mediakarya)

Oleh: Yusuf Blegur

Eggi Sudjana Dikepung banjir kritik dan hujatan publik Terkait skandal Ijazah palsu Jokowi. Benarkah senior pergerakan itu bergeser dari konfrontatif ke konspiratif?

Eggi Sudjana telah menyita perhatian dan menjadi perbincangan hangat publik yang berkelindan dengan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi. Dari konfrontatif, sikap politik Eggi Sudjana yang kerap kritis holistik terhadap Jokowi. Seiring waktu aktivis senior, ustad dan lawyer ini mulai mengambil langkah persuasif, akomodatif dan cenderung dinilai banyak khalayak menjadi konspiratif dengan Jokowi.

Seorang Eggi Sudjana adalah salah satu contoh fenomena yang telah menjadi kelaziman dalam kehidupan individu dan sosial di tengah-tengah bangunan kultur dan struktur politik Indonesia.

Sistem dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia hanya melahirkan tindakan yang memaksa warga negara menjadi sub ordinat yang cenderung loyal dan menghamba, atau kritis yang bisa mewujud pada sikap perlawanan dan pembangkangan terhadap penyimpangan kekuasaan.

Dalam keragaman latar keluarga, pendidikan, profesi dan status sosial tertentu lainnya, hanya ada realitas yang menjadi pertarungan dalam hidupnya. Yakni, ia berada di antara kesadaran ideal spiritual dan kesadaran rasional material.
Layaknya banyak orang yang ingin hidupnya berkutat dengan kenyamanan, kesuksesan dan kekayaan. Atau Menyelami tantangan jiwa menjadi manusia kritis yang terkadang ekstrim anti kemapanan.

Mengenai sosok Eggi Sudjana, penulis termasuk yang dekat meskipun membangun hubungannya tidak sejak lama dan terbatas intensitasnya. Berkesempatan bercengkerama dengan Eggi Sudjana yang memang memiliki imej tersendiri dari banyak kalangan, termasuk pro dan kontra, tak terkecuali tentang hitam putih sepak terjangnya.

Dalam interaksi yang lebih mengedepankan aspek kualitatif, penulis juga melihat hal-hal menarik yang ada dalam diri Eggi Sudjana. Ada cita-citanya, gairah religiusnya dan bertaburan pengalaman suka duka dalam perjalanan hidupnya (dari aksi ke aksi, dari penjara ke penjara). Tentang pergerakan politiknya, profesi dan bisnisnya, tentang keluarga dan bahkan hubungan-hubungan sosial lainnya yang sangat pribadi dan tertutup, penulis bisa sedikit merasakannya.

Baca Juga:  Seandainya Jokowi Itu Messi

Kini Eggi Sudjana telah mengambil langkah berbeda yang tak biasa dari apa yang menjadi harapan dan nilai-nilai ideal dari sebagian besar publik. Menghadapi pusaran politik kekuasaan yang absurd, Eggi Sudjana telah memilih jalan rasional, logis dan memasuki wilayah nyaman. Terutama bagi usia yang tak muda lagi, psikologi dan mentalitas yang pasang surut, serta kondisi tubuh yang tak sekuat dan seenerjik sebelumnya.

Harapannya, semoga publik bisa menerima dan memaklumi apapun pilihan politik Eggi Sudjana. Tak ubahnya rakyat terpaksa harus menerima apapun kebijakan negara. Apapun sikap politik Eggi Sudjana, itu menjadi pilihan hidupnya. Revolusioner atau kontra revolusioner sekalipun.

Tak ada yang bisa menilai paling tahu dan memahami sebenarnya. Tak ada yang bisa lebih layak menghakimi. Sosok Eggi Sudjana sekarang banyak diterpa hujan kritik dan hujatan terutama dari kalangan aktivis dan intelektual, bak banjir yang mengepung beberapa wilayah Indonesia.

Begitulah kini Eggi Sudjana berselancar dalam gerakan dan manuver politiknya, juga opini publik yang menyelimutinya. Entah strategi atau Eggi Sudjana telah salah jalan dalam konstelasi skandal ijazah palsu Jokowi. Dari konfrontatif menjadi konspiratif. Mungkin bisa disebut kontradiksi. Mungkin juga bisa disebut Manusiawi.

Penulis; Analis Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Indonesia

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:51 WIB

Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru