JJ Amstrong Sembiring: Putusan Akhir PN Jaksel Mengada-ngada

- Editor

Selasa, 25 Juli 2023 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JJ Amstrong Sembiring saat bersidang di PN Jaksel.

JJ Amstrong Sembiring saat bersidang di PN Jaksel.

JAKARTA: Buntut perkara sengketa hak waris keluarga antara Kakak Soerjani Sutanto dan Adik Haryanti Sutanto sudah pada putusan akhir.Pihak penggugat, dalam hal ini Haryanti Sutanto melalui kuasa hukumnya Kantor advokat Amstrong Sembiring & Rekan bersama Staf dari kantor advokatnya yaitu Ratna Herlina Suryana mengaku tidak puas dengan hasil putusan akhir PN Jaksel dengan nomor sidang perkara No 701/pdt/G/2022/PN Jakarta Selatan.

Menurut Amstrong, putusan akhir dari Majelis Hakim sidang perkara tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Agus Tjahyo Mahendra dengan Hakim Anggota Muhammad Remdes dan Bawono Effendi, serta panitera pengganti Yunita tidak konsisten dan cenderung mengada-ngada.

Amstrong menjelaskan, berdasarkan dari hasil putusan alasan majelis hakim gugatan tidak diterima adalah bahwa dalam petitum angka 2 tersebut Penggugat tidak memasukkan Tergugat I yaitu Soerjani Sutanto sebagai ahli waris dari Soeprapti padahal penyebutan ahli waris dalam petitum harusiah disebutkan secara lengkap karena petitum adalah dasar dalam pembuatan amar putusan dan majelis hakim tidak menambah seseorang: sebagai ahli waris dalam amar – putusan karena hal tersebut akan masuk kualifikasi ultra petita.

“Bahwa Judex Factie telah salah menerapkan hukum karena putusan ultra petita dalam perkara perdata juga secara normatif diperbolehkan untuk sejumlah kasus. Putusan ini tentu dengan mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, seperti halnya fakta-fakta hukum dalam keterangan saksi ahli perdata dan bukti-bukti lainnya yang diajukan di dalam persidangan,” kata Amstrong usai memberikan berkas Banding, di PN Jaksel, Selasa (25/7/2023).

Amstrong meminta kepada majelis hakim agar tidk tersandra oleh kepentingan prosedural semata dan petitum yang diajukan. “Hal ini dikarenakan disini Pengadilan memiliki tanggung jawab dan peran besar untuk melindungi hak warga negara yang sekiranya sekiran terlanggar karena diberlakukannnya suatu undang-undang,” ujar Amstrong.

Lebih lanjut, Amstrong menjelaskan, kronologi dari persidangan, karena pada Tanggal 11 April PN Jaksel Menolak Eksepsi Kompetensi yang disoalkan oleh kuasa hukum tergugat 1 pengacara Taripar Simanjuntak cs dan turut tergugat Kementerian ATR/BPN Cq Kanwil BPN DKI Jakarta Cq Kantor Pertanahan Jaksel yang berisi Putusan Menolak eksepsi kompetensi Absolut dari pihak tergugat

“Untuk tergugat 1 dia hanya menyoalkan Kompetensi Absolut dalam Eksepsinya, sedangkan turut tergugat ada 2 poin yang disoalkan gugatan Nebesinidem (ada gugatan yang sudah di putus tapi digugat kembali), dan gugatan Kabur. Untuk dua putusan Gugatan Nebesinidem dan Gugatan Kabur yang disoalkan oleh turut tergugat itu sudah di tolak pada putusan akhir, yang berisi Bahwa Hakim Menolak Eksepsi dari pihak turut tergugat, berarti pikiran majelis hakim sepaham dengan penggugat,” kata Amstrong dalam keterangan tertulis, Jumat (14/7/2023) mempertanyakan hasil Putusan Akhir.

Baca Juga:  DR. Umbu Rudi Kabunang Somasi Media Nasional, Terkait Dugaan Korupsi Nikel

Dengan demikian, sudah jelas poin tergugat 1 hakim sepemikiran dengan penggugat, dan poin Turut tergugat dengan poin 1 dan 2 hakim juga sepemikiran dengan penggugat. Namun, yang membuat aneh dalam putusan akhir ini, kata Amstrong, apa yang membuat Hakim bisa mengatakan penggugat cacat formil ?.

“Dari bantahan siapa ? Karena jika dianalisa dari putusan tersebut kontradiktif 1 dengan putusan yang lainnya. Pada satu sisi hakim menolak eksepsi semua para tergugat 1 dan turut tergugat, disisi lain majelis hakim tersebut mengatakan penggugat cacat formil, ini kan aneh bin ajaib, mohon maap ini bisa dinamakan putusan Halu,” ujar Amstrong.

“Kalau misalnya dasar gugatan tidak dapat di terima oleh majelis hakim, pertanyaannya majelis hakim berdasarkan eksepsi siapa ?,” ujar Amstrong menambahkan.

Sementara itu, Amstrong juga merasa ada kejanggalan dalam penetapan waktu putusan Akhir. Pada mulanya, Putusan Akhir dijadwalkan pada 4 Juli 2023 di E-Court jam 10. Tiba-tiba di tunda menjadi tanggal 13 Juli jam 10 tapi kenyataannya di tunda lagi jam 12 siang.

“Hal ini yang mengganjal dalam perkara ini, didalam perdata itu hakim bersifat pasif, jadi artinya hakim hanya merespon yang di soalkan oleh para pihak. Dalam kinerja, hakim di batasi oleh UU hakim tidak boleh melewati kewenangannya dalam menangani perkara, berarti hakim offside. Kalau begitu,” ucap Amstrong.

Amstrong mencontohkan, menurutnya hukum perdata berbeda dengan hukum pidana dimana hakim bisa menggali perkara lebih jauh, dalam hukum pidana hakim bersifat aktif.

“Kalau itu terjadi siapapun pencari keadilan dalam perkara perdata seperti yang disebutkan tadi, pasti terpuruk bahkan orang yang piawai di bidang hukum akan tersungkur jika berhadapan dengan model majelis hakim seperti itu, yang kebablasan,” tutur Amstrong menyuarakan kekecewaannya.

Perlu diketahui, dalam sidang perkara ini, tergugat 1 dengan turut tergugat itu yang hadir, sedangkan turut tergugat 2 dari sejak pemanggilan hingga sidang putusan akhir tidak pernah hadir di persidangan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri
Modus Mafia Tanah Terstruktur, LI-TPK Ungkap Peran Oknum Pejabat Desa dan Laporkan Dugaan Pemalsuan Sertifikat PTSL di Bogor
Direktur FAST Indonesia Synergy Curigai Sabotase di Balik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Diduga Terkait Mafia HGB
Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
FORSIBER Nilai Jaksa Agung Tak Bisa Lepas Tanggung Jawab Kasus Febrie Adriansyah
Keberatan Aset SHM Disita Atas Utang Debitur Lain, Kuasa Hukum Janti Yuli Yanti Hutagaol & Partners Law firm Siapkan Upaya Hukum Banding
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjukkan Wajah Baru Polri: Dekat Ulama, Hormati Sejarah, Hadir untuk Pekerja

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:55 WIB

DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Modus Mafia Tanah Terstruktur, LI-TPK Ungkap Peran Oknum Pejabat Desa dan Laporkan Dugaan Pemalsuan Sertifikat PTSL di Bogor

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Direktur FAST Indonesia Synergy Curigai Sabotase di Balik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Diduga Terkait Mafia HGB

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB