Kesal Harga Sapi Hidup Melambung, Mulai Besok Pedagang Daging Mogok Berjualan

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Para pedagang daging sapi se-Jadebotabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) pada 6 Januari (besok) berencana melekukan aksi mogok berjualan secara serentak.

Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes para pedagang daging atas tingginya harga faktur sapi timbang hidup hingga mengakibatkan melonjaknya harga daging di pasaran.

Sekjen APDI Yayan Suryana menegaskan, meski hari raya idul fitri mash 2 bulan kedepan, namun gejolak harga daging sapi mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha daging di awal tahun 2026 ini.

Kondisi itu terjadi lantaran tingginya harga faktur timbang sapi hidup yang mencapai Rp53 ribu hingga Rp55 rubu perkilo gram sejak 3 bulan teakhir.

“Tingginya harga daging tersebut membuat para pedagang berencana menggelar aksi mogok berjualan secara serentak yang dimulai dari 6 Januari hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Yayan kepada Mediakarya di Jakarta, Ahad (4/1/2026).

Menurut Yayan, tingginya harga daging sapi berimbas pada ketidakmampuan pedagang untuk menghadapi konsumen di pasar. Seingga tidak ada jalan lain selain melakukan aksi mogok.

Pihaknya pun mengkhawatirkan dengan tingginya harga sapi timbang hidup membuat para konsumen akan berpaling untuk tak lagi mengkonsumsi daging.

“Kami para pedagang daging khususnya APDI menyatakan sikap bahwa kami para pedagang daging se-Indonesia merasa keberatan dengan gejolak harga yang saat ini terjadi,” kata Yayan

Baca Juga:  Ribka Tjiptaning Minta Kader PDIP Peringati Kudatuli Setiap Tahun

Dia menilai gejolak harga ini dikarenakan harga modal saat ini sangat tidak terjangkau oleh para pemotong, sebab harga faktur timbang hidup untuk sementara ini diangka Rp53 ribu hingga Rp55 ribu perkilo.

“Sedangkan di angka 53 – 55 ribu rupiah per kilo gram saja kami para pedagang daging sudah tak mampu berjualan, apalagi jika menyentuh angka 56 – 58 rupiah perkilo. Sementara hari raya idul fitri msh lama 2 bulan lagi,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah agar mencarikan solusi terbaik bagi para pelaku usaha daging, khususnya di pasar tradisional.

Yayan mengatakan, saat ini harga sapi timbang hidup di angka Rp53 – Rp55 ribu per kilo gram para pedagang daging harus menjual daging di angka Rp130 – Rp140 perkilo.

Menurut dia, untuk moment hari besar keagamaan di saat angka permintaan tinggi,  meski harga daging mahal konsumen masih bisa membeli. Akan tetapi pasca idul fitri dipastikan penjualan akan sepi.

“Pascalebaran nanti, kami prediksi konsumen akan meninggalkan kami karena keberatan dengan melambungnya harga,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah agar dapat mencarikan solusi terbaik dalam meghadapi gejolak haga daging di pasaran. Di antaraya memberikan kesempatan kepada APDI untuk mendapatkan kuota daging dari bulog, maupun daging beku dari india. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru