SURABAYA, Mediakarya – Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menyerap beragam aspirasi saat kegiatan reses yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan untuk penyusunan kebijakan pembangunan di Kota Pahlawan, Jawa Timur.
“Aspirasi warga masyarakat adalah bahan baku penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan kota,” kata Adi Sutarwijono dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Menurutnya, seluruh anggota DPRD Surabaya baru selesai melakukan penjaringan aspirasi masyarakat, awal pekan lalu sampai awal pekan ini. Para legislator bertemu warga masyarakat di daerah pemilihannya, dan menyerap beragam aspirasi pembangunan di Surabaya.
Setelah ini, lanjut dia, DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membahas rancangan APBD Surabaya 2024. Direncanakan APBD 2024 ditetapkan 10 November, bertepatan dengan hari pahlawan.
“Isu-isu yang muncul dan juga permasalahan ketika penjaringan aspirasi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam pembahasan APBD tahun 2024. Para legislator akan membahas bersama Pemerintah Kota Surabaya,” katanya.
Selama penjaringan aspirasi, anggota dewan juga blusukan keluar masuk kampung, melakukan inspeksi lapangan, untuk mencek temuan-temuan masalah yang disampaikan warga masyarakat, seperti masalah pembangunan sarana dan prasarana kampung, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur pemukiman, atau penanganan sosial lainnya.
Adi sendiri turun di kampung-kampung di kawasan Rungkut, Wonocolo, Gununganyar, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Mulyorejo dan Bulak, yang menjadi daerah pemilihannya.
Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjaring berbagai usulan pembangunan dari pengurus kampung, kalangan penggerak kegiatan perempuan dan anak, karang taruna dan warga masyarakat yang lain.
Saat reses di kampung Kali Rungkut, Adi bertemu dengan pengurus kampung. Ia mendapat curhat soal perbaikan jalan berupa pavingisasi.
“Jalan ini belum dipaving. Posisinya lebih rendah dari jalan di sekitarnya, sehingga kalau hujan, pasti kebanjiran. Tahun 2019, sudah kami usulkan. Tapi belum dikerjakan sampai sekarang. Apalagi sebentar lagi musim hujan,” kata Nanik, Ketua RW di pemukiman itu.
Jono, salah seorang pengurus kampung setempat juga mengadukan saluran sungai yang sudah lama tidak dikeruk, sehingga mengalami pendangkalan. “Mohon segera ditangani, karena saluran ini merupakan menampung air dari berbagai tempat,” ujar Jono, dilansir dari antara.
Adi menyanggupi untuk segera menangani apa yang menjadi komplain dari warga. “Dengan melihat langsung di lapangan, kita bias mencek langsung apa saja yang perlu dibenahi. Ini bagian dari fungsi pengawasan legislatif,” kata Adi. (sm)











