Mahasiswa Soroti Keberadaan TKA Cina Sebagai Pekerja Tambang Ilegal di Sumbawa

- Editor

Selasa, 28 Februari 2023 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Mediakarya – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumbawa di bawah koordinator lapangan (Korlap) Andi Trisno Hasja, Senin pagi (27/02) melakukan aksi demo damai dengan menggedor Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Kantor Bupati Sumbawa dan Kantor DPRD Sumbawa.

Mereka mendesak kepada pihak terkait (Pemda Sumbawa, Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian, Kodim 1607 Sumbawa, Imigrasi Sumbawa) untuk bersama-sama menghentikan aktivitas tambang liar di tanah Samawa serta adili pelaku dan semua pihak yang terlibat.

Bahkan, aktivis PC PMII Sumbawa ini juga menuntut agar menindak tegas oknum-oknum yang ada di Kantor Imigrasi Sumbawa karena dinilai telah lalai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Selain itu, massa juga meminta DPRD Sumbawa segera membentuk Pansus tambang liar, dan meminta kepada semua pihak terkait untuk segera melakukan sidak ke lokasi tambang liar seperti di Kecamatan Lantung dan lokasi lainnya.

“Kami meminta tangkap dan adili investor pertambangan liar, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di tambang liar serta oknum-oknum yang ikut dalam permainan tambang liar di Kabupaten Sumbawa,” paparnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa diwakili Kasi Intelijen dan Pengawasan Keimigrasian Yusa Setia Budi didampingi Kasi Lataskin Yanuarso dan Kasubag TU Eddie Sukriawan ketika menerima puluhan mahasiswa PC PMII Sumbawa di Aula pertemuan lantai II Kantor Imigrasi setempat, menyampaikan atensi dan apresiasi yang mendalam atas sejumlah masukan, saran dan kritik konstruktif yang disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa.

Pihaknya menyangkut soal pengawasan terhadap keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di lokasi tambang liar di daerah tersebut. Di mana sebelumnya tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Imigrasi Sumbawa telah melaksanakan operasi secara mandiri dan ditindaklanjuti dengan operasi gabungan telah dilakukan sesuai dengan SOP dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Tambang Pasir Ilegal Beroperasi Lagi, Warga Cemas

Yusa mengatakan, bahwa sudah ada tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang kini tengah dilakukan proses penyelidikan secara intensif terkait dengan keberadaannya di Kabupaten Sumbawa.

“Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan petugas Imigrasi ketiga WNA Cina tersebut masuk ke Sumbawa menggunakan Pasport visa kunjungan biasanya untuk kunjungan keluarga atau untuk kegiatan survei perusahaan,” ungkap Yusra.

Terkait dengan pelanggaran keimigrasian, pihaknya akan melakukan pendalaman. Jika ditemukan adanya pelanggaran maka akan diproses, bahkan dapat dipulangkan ke negara asal (Deportasi).

Dikatakannya, saat ini ketiga WNA Cina itu tengah dimintai keterangan oleh penyidik Kepolisian, terkait dengan kasus dugaan tindak pidana perampokan yang menimpa ketiganya Jum’at (23/02) di simpang BRI menuju kawasan Lantung, sebab ada satu tas berisi sejumlah dokumen pasport milik WNA Cina itu yang hilang dijarah perampok.

“Kami menyampaikan atensi, apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas masukan yang disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa PMII tersebut, dan bahkan jika ada ditemukan adanya keberadaan orang asing yang mencurigakan, maka kami telah meminta kepada rekan-rekan mahasiswa untuk segera menginformasikan kepada Imigrasi Sumbawa, agar segera ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Diketahui, puluhan mahasiswa PMII Sumbawa usai melakukan aksi demonya di Kantor Imigrasi Sumbawa langsung menuju Kantor Bupati Sumbawa maupun DPRD Sumbawa yang langsung diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin. (HR)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Distribusi MBG di Nias Selatan Diduga Langgar SOP Pelabelan, Kepala SPPG Gus Theodorman Lase Buka Suara
Kasus Dugaan Penganiayaan ART di Tangerang Masuk Penyidikan, 3 Terlapor Disebut Mangkir 2 Kali
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Status Residivis Korupsi, Fahd Rafiq Terncam Dapat Pemberatan Hukuman

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Rabu, 16 September 2026 - 18:45 WIB

Distribusi MBG di Nias Selatan Diduga Langgar SOP Pelabelan, Kepala SPPG Gus Theodorman Lase Buka Suara

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB