KOTA BEKASI, Mediakarya – Organisasi lingkungan hidup Prabu Peduli Lingkungan memperingati ulang tahun ke-7 di area makam Mbah Raden Kebluk, TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, Rabu (28/10/2026).
Peringatan bertema “Bermunajat Menjaga Alam Nusantara” ini diisi dengan doa bersama, santunan anak yatim, dan penanaman pohon. Selain itu, karena hari jadi organisasi ini bertepatan dengan hari sumpah pemuda, rangkaian acara dilengkapi dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda.
Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, mengatakan, perjalanan tujuh tahun menjaga komitmen di bidang lingkungan bukanlah hal yang mudah.
“Sejak 28 Oktober 2019, kami bergerak lewat edukasi, advokasi, dan aksi lingkungan hidup yang berbasis kearifan lokal dan komunitas. Kami adalah friends of local wisdom (sahabat kearifan lokal) yang terus berupaya menjadi sahabat alam penjaga bumi,” kata Carsa.
Menurutnya, seluruh gerakan itu dijalankan secara mandiri dan swadaya sejak awal. “Bisa bertahan sampai saat ini merupakan pencapaian luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan seruan ekologis. Menurut dia, tema tersebut adalah bentuk ikhtiar spiritual sekaligus panggilan jiwa untuk melestarikan bumi Indonesia.
Rido menegaskan, munajat dalam kegiatan ini bukan sekadar doa di atas sajadah. Lebih dari itu, munajat menjadi komitmen mendalam untuk menjaga keseimbangan ekosistem, kekayaan hayati, serta keindahan alam yang diamanahkan kepada manusia.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kami mengajak untuk mengetuk pintu langit yang diiringi aksi nyata sebagai kunci merawat tanah air tempat kita dilahirkan,” ujar Rido. (Pri)











