JAKARTA, Mediakarya – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesua (PMPRI) mengaku miris dengan proses penegakkan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Firli Bahuri.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PMPRI, Rohimat alias Joker, menyikapi belum tertangkapnya politisi PDI-P yang masih menjadi buron atas kasus suap yang melibatkan mantan anggota KPU Wahyu Setiawan.
Joker menduga belum tertangkapnya Harun Masiku karena kasus yang saat ini menimpa politisi PDI-P itu juga ikut memyeret para elit di partai yang saat ini berkuasa itu.
“Sehingga jika Masiku tertangkap maka bisa jadi akan menyeret pelaku lain. Andai saja Harun Masiku bukan berasal dari partai penguasa kami yakin sudah tertangkap. Nah publik saat ini kan sudah dapat menilai kinerja KPK,” tegas Joker dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/6/2022).
Joker mengungkapkan, jika KPK mau serius tanpa ada intrik politik di internalnya, Harun masiku sudah dengan mudah tertangkap. Tapi nyatanya mantan Caleg dari PDI-P itu seperti hilang ditelan bumi.
“Terlebih saat ini teknologi serba canggih. Dengan menggunakan data kependudukan saja seharusnya KPK dapat mengidentifikasi di mana Masiku berada. Tapi karena kasus Masiku diduga bakal menyeret sejumlah nama di elit partai penguasa maka Masiku diduga dilindungi keberadaannya,” tandasnya.
Joker pun mengaku pesimis KPK dapat menagkap Harun Masiku jika lembaga antirasuah itu mash diintervensi oleh partai politik.
Padahal, kata Joker, publik selama ini menilainya bahwa KPK itu lembaga yang hebat. Koruptor di ujung kepulauan yang diungkap melalui penyadapan telepon saja berhasil tertangkap.
“Tapi kenapa yang sudah jelas-jelas ada orangnya dan terbukti melakukan tindak pidana, KPK tidak bisa menangkap Harun Masiku. Nah sekarang masyarakat dapat menilai dengan jernih. Asumsi publik bahwa KPK tebang pilih dalam proses penegakkan hukum akhirnya mulai terjawab,” pungkas Joker. ***










