BOGOR,MediaKarya: Ribuan masyarakat Kabupaten Bogor dengan antusias mendeklarasikan dukungan mereka kepada Ade Ruhandi, yang akrab disapa Jaro Ade, sebagai calon bupati Bogor dalam Pilkada 2024. Acara rapat akbar ini berlangsung meriah di Stadion Pakansari, Cibinong, dan dihadiri oleh relawan Jaro Ade dari berbagai pelosok daerah.
“Hari ini para relawan Jaro Ade dari berbagai pelosok Kabupaten Bogor melakukan rapat akbar sekaligus berdeklarasi mendukung saya dalam pemilihan bupati Bogor 2024,” ujar Jaro Ade di hadapan massa pendukungnya.
Kehadiran masyarakat yang rela datang dari ujung-ujung Kabupaten Bogor untuk mendeklarasikan dukungannya membuat Jaro Ade terharu. Sebagai putra daerah asli kelahiran Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, ia merasa bangga dan berterima kasih atas cinta yang tulus dari warga Bogor.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor yang dengan tulus mendukung saya. Ada yang dari Tanjungsari, Jasinga, Cisarua, Gunungsindur, Parung, Cileungsi, dan dari wilayah-wilayah pelosok lainnya rela datang ke acara rapat akbar relawan Jaro Ade ini,” kata Jaro Ade, Rabu, 7 Agustus 2024.
Amanah dan doa dari masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Bogor Timur, Barat, Selatan, Utara, dan Cibinong Raya, menjadi penyemangat bagi Jaro Ade untuk terus berjuang hingga terpilih sebagai bupati Bogor periode 2024-2029.
“Apa yang disampaikan oleh para perwakilan masyarakat yang menyampaikan aspirasi, keluh kesahnya terkait kondisi Kabupaten Bogor hari ini, akan kita tuangkan dalam visi misi dan menjadi program skala prioritas saat saya jadi bupati Bogor,” janji Jaro Ade.
Menurutnya, hari ini adalah saatnya mendengarkan keluh kesah masyarakat, termasuk ibu-ibu, para kiai, guru ngaji, petani, hingga pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
“Hari ini bukan acaranya mendengarkan deklarasi atau pidatonya Jaro Ade, akan tetapi Jaro Ade yang mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah baik Bogor bagian timur, barat, selatan, utara hingga di perkotaan Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Jaro Ade bukanlah politisi karbitan, melainkan bibit unggul dengan pengalaman panjang di dunia politik. Ia memulai karier politiknya sebagai Kepala Desa Cileuksa, Sukajaya, sekitar 2008, dan kemudian menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor pada 2016.
“Perjalanan politik saya cukup panjang, hingga kenyang pahit manis, asam garamnya politik. Tidak masalah jika katanya saya ditinggalkan oleh partai politik, tapi saya akan berkoalisi dengan 5 juta lebih masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Jaro Ade.
Ia juga mengimbau para relawan dan pendukungnya untuk tetap semangat dan tidak berkecil hati dalam menghadapi pertanyaan mengenai partai yang mengusungnya. “Kita harus yakin perjuangan kita akan membuahkan hasil yang bahagia,” imbuhnya.
Rapat akbar ini dihadiri oleh 43 kelompok relawan pendukung Jaro Ade, masing-masing membawa anggotanya, dan lebih dari 2.000 masyarakat turut serta dalam acara yang digelar di Stadion Pakansari.
Salah seorang ibu rumah tangga dari Cileungsi, Fauzi mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung di podium. Ia mengeluhkan tingginya harga bahan pokok dan berharap Jaro Ade dapat memperjuangkan sembako murah serta perhatian bagi ibu-ibu pengajian.
“Masyarakat tidak meminta banyak, hanya ingin sembako murah dan perhatikan ibu-ibu pengajian. Saya yakin dan percaya Bapak Jaro Ade cinta dengan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Ibu Fuzi.
Para ibu rumah tangga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pendidikan yang terjangkau bagi anak-anak mereka, terutama terkait regulasi zonasi untuk masuk sekolah negeri.
“Saya berharap Bapak Jaro Ade saat jadi bupati Bogor, perjuangkan pendidikan yang mudah dan murah di Kabupaten Bogor, bagaimana pun anak-anak butuh sekolah karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” harap Fuzi.
Harapan serupa disampaikan oleh para kiai dan ulama yang jumlahnya lebih dari 200 orang. Mereka mendoakan kemenangan Jaro Ade di Pilkada Kabupaten Bogor 2024. KH. Firdaus berharap Jaro Ade memberikan perhatian lebih pada pondok pesantren salafi di Bumi Tegar Beriman.
“Kami minta buatkan legalitas untuk pondok pesantren salafi, agar kami pun merasakan bantuan dari pemerintah. Dan satu lagi, Kang Jaro Ade, kami ingin kiai, guru ngaji diberikan kartu sakit untuk berobat gratis di rumah sakit,” pinta KH. Firdaus.











