Sandiaga: Kain Sasirangan Khas Kalsel Potensi Bangkitkan Ekonomi

- Penulis

Jumat, 3 September 2021 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Indonesia memiliki berbagai macam jenis kain tradisional, dan setiap daerah mempunyai keunikan serta ciri khas tersendiri. Misalnya Sasirangan yang berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Nama sasirangan diambil dari kata ‘menyirang’. Hal ini merujuk pada cara membuat kain sasirangan, yang melalui proses menjelujur menggunakan perintangan dan pewarnaan.

Kemudian Sasirangan ini membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melihat peluang kain dari Kalsel ini mampu membangkitkan perekonomian di daerah asalnya.

Sandiaga mengatakan, bahwa kain Sasirangan memiliki potensi yang besar membangkitkan perekonomian Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kalau kita lihat buat sasirangan ini susah buatnya. Jadi kalau lihat Sasirangan ini kita harus jadi rombongan yang enggak boleh boleh nawar-nawar dan langsung beli,” kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (2/9/21).

Lebih lanjut, produk Sasirangan memiliki keunikan yang berdaya saing tinggi. Sandiaga Uno pun mengapresiasi ibu-ibu Mekar yang juga merupakan perajin kain Sasirangan.

“Kita harus fokus, saya yakin produk ekonomi kreatif di Kalimantan ini adalah Sasirangan. Kita lihat Kalimantan Selatan ingat sasirangan, ingat Banjarmasin Selatan ingat Sasirangan. Seperti ibu-ibu di Mekar ini yang dalam waktu 5 tahun mendapatkan 10 juta akses permodalan,” terangnya.

Baca Juga:  Bioskop Dibuka Kembali, Kapasitas 50 Persen dan Prokes Ketat

Sandiaga menjelaskan, hadirnya Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan layanan permodalan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya. Sehingga turut membangkitkan perekonomian nasional.

“PNM sudah hadir dengan permodalan, saya yakin ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menparekraf.

Menurut cerita adat turun temurun, kain Nusantara satu ini berasal dari abad ke-12. Kain Sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis untuk pengobatan dan perlindungan roh-roh jahat. Hal inilah yang memengaruhi pewarnaan kain Sasirangan.

Contohnya, jika akan digunakan untuk mengobati penyakit kuning, maka warna kain juga dibuat kuning. Selain itu meski punya warna-warna cantik nan mencolok, semua bahan pewarna kain sasirangan diambil dari alam, seperti kunyit, jahe, biji buah gandaria, dan kulit rambutan.(HDS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dorong UMKM, Ubhara Jaya Gandeng PA3KN DPRI RI
7 Kuliner Legendaris di Kota Sukabumi: Murah, Melegenda, dan Bikin Ketagihan
halocoko, Es Krim Halal Untuk Masyarakat Indonesia
Deklarasi Pramono Anung dan Rano Karno, GMBI Tak Ingin Dipimpin Ridwan KamilĀ 
Etos Indonesia Rilis Survei Terbaru Cakada Kota Bekasi, Ini Hasilnya
Cakada dari Golkar Kota Bekasi Tak Bertaji, Pasangan UU – Nurul Dituding Tak Serius Ikut Pilkada
IAW dan CBA Adukan Jaksa Agung ke Bareskrim Polri
Remaja dan Anak-Anak Indonesia Bakal Perkenalkan Wastra Nusantara di Ajang ITKF
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:19 WIB

Dorong UMKM, Ubhara Jaya Gandeng PA3KN DPRI RI

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:36 WIB

7 Kuliner Legendaris di Kota Sukabumi: Murah, Melegenda, dan Bikin Ketagihan

Sabtu, 21 Juni 2025 - 19:41 WIB

halocoko, Es Krim Halal Untuk Masyarakat Indonesia

Sabtu, 23 November 2024 - 13:53 WIB

Deklarasi Pramono Anung dan Rano Karno, GMBI Tak Ingin Dipimpin Ridwan KamilĀ 

Jumat, 22 November 2024 - 08:20 WIB

Etos Indonesia Rilis Survei Terbaru Cakada Kota Bekasi, Ini Hasilnya

Berita Terbaru

Tangkapan layar di media sosial ketika Ahmad Dedi lari dari Gedung KPK

Headline

Usai Diperiksa KPK, Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:01 WIB

Aktivitas di salah satu terminal.

Ekonomi & Bisnis

PO Bus Wajib Masuk Terminal, Jika Membangkang Sanksi Menanti

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:16 WIB