Serangan Militer AS Terhadap Venezuela, Ubah Tatanan Geopolitik Global

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

Oleh: Wibisono

Sejumlah pakar dunia mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang dilaporkan melancarkan serangan militer ke Caracas, ibu kota Venezuela. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya disebut ditangkap dan dibawa keluar dari negara itu. Serangan juga dilaporkan menghantam Mausoleum Hugo Chávez, mantan presiden Venezuela.

Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut dilakukan dalam rangka memerangi apa yang mereka sebut sebagai “narko terorisme”. Namun, tudingan itu dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Sejumlah pihak menilai tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya penyelundupan narkotika berskala besar dari Venezuela sebagaimana diklaim Washington.

Selain mengguncang tatanan geopolitik global, serangan ”kilat” Amerika Serikat ke Venezuela sekaligus membuka babak baru konflik energi dan kekuasaan di kawasan Amerika Latin.

Penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu ketidakstabilan domestik, reaksi keras komunitas internasional, serta gejolak terbatas di pasar minyak dunia yang sarat kepentingan strategis. Peristiwa ini menandai perubahan peta kekuatan energi global, termasuk bagi Indonesia.

Serangan militer AS ke Venezuela pada 3 Januari 2026 menjadi peristiwa geopolitik paling mengejutkan di awal tahun. Operasi ini berlangsung pada dini hari dan langsung menyasar pusat kekuasaan di Caracas. Pemerintah AS menyebutnya sebagai tindakan penegakan hukum dan keamanan nasional.

Baca Juga:  Ruang Digital Hadirkan Dampak Positif Bagi Masyarakat dan Pertumbuhan UMKM

Dalam riset terbaru para pakar dunia menjelaskan penyebab Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Venezuela. Penelitian ini menggunakan teori politik sanksi ekonomi dalam melihat bagaimana Amerika Serikat dapat memberlakukan sanksi ekonomi di Venezuela.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dimana pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan studi Pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa Amerika Serikat sebagai negara adidaya memiliki power dalam menentukan arah jalannya ekonomi global.

Pada saat Venezuela dilanda krisis ekonomi, bantuan yang ingin diberikan oleh Amerika Serikat ditolak oleh Venezuela. Amerika Serikat kemudian memberlakukan sanksi ekonomi bagi Venezuela. Penelitian ini menemukan bahwa Amerika serikat dapat memberlakukan sanksi terhadap negara manapun yang mengancam kepentingan nasionalnya.

Akankah peristiwa ini akan menimbulkan perang dunia ketiga?, dibelahan dunia yang lain, China masih akan terus melakukan “Proxy War” nya ke Taiwan, Rusia masih terus menekan Ukrania, Dan yang terbaru AS akan mengambil Greenland dari Denmark, sehingga menimbulkan ketegangan di kawasan Uni Eropa. Mari kita tunggu perkembangan berikutnya…..

Penulis: Pengamat Militer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB