Tri Nusa Bekasi Raya Siap Hadirkan Saksi Ahli dalam Kasus Dugaan Identitas Ganda Ketua KORMI Kota Bekasi

- Editor

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maksum Alfarizi alias Mandor Baya usai memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri. (Foto: dok. Mediakarya)

Maksum Alfarizi alias Mandor Baya usai memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri. (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – LSM Tri Nusa Bekasi Raya terus mendorong kasus dugaan tindak pidana identitas ganda istri Wali Kota Bekasi Dwi Setyowati alias Wiwiek Hargono yang tengah ditangani oleh Bareskrim Polri agar segera dituntaskan.

Bahkan, Ketua Tri Nusa Bekasi Raya Maksum Alfarizi sebagai pihak pelapor mengaku telah diminta untuk menghadirkan Saksi Ahli guna mengungkap kasus tersebut apakah memenuhi unsur pidana atau tidak.

“Sebagai pelapor, kami diminta untuk menghadirkan saksi ahli. Karena jika saksi dari pihak terlapor maka proses hukum tidak objektif. Oleh karena itu, jika diminta tentu kami akan dihadirkan saksi ahli yang berkompeten di bidangnya,” ujar pria yang akrab disapa Mandor Baya ini kepada Mediakarya, Rabu (20/8/2025).

Menurut Mandor Baya, saat ini kasus dualisme indentitas Ketua KORMI Kota Bekasi yang tengah ditangani oleh Bareskrim Polri, status hukumnya tingal menunggu analisis penilaian ahli.

Baca Juga:  Mandor Baya Sebut Dua Pengurus KORMI Kota Bekasi Diperiksa Bareskrim Polri

Mandor Baya menambahkan, sebagai istri pejabat, (Dwi Setyowati) seharusnya mengunakan nama resmi, terlebih jika di acara pemerintahan.

Namun faktanya hingga saat ini masih beredar di media, maupun media sosial lainnya, baik itu di Tiktok, YouTube, istri Wali Kota Bekasi itu masih menggunakan nama Wiwiek Hargono, padahal berdasarkan data kependudukan nama aslinya adalah Dwi Setyowati.

“Dwi Setyowati alias Wiwiek Hargono seakan tak bisa menempatkan diri sebagai istri pejabat penting di Kota Bekasi. Bahkan terkesan memberikan contoh yang tidak baik. Sehingga terkesan liar dan tidak faham aturan,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut
Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Senin, 27 Juli 2026 - 17:32 WIB

PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB