Masyarakat Diimbau Waspadai Jejak Digital Negatif

- Editor

Jumat, 31 Maret 2023 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital, Jumat (31/3).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital, Jumat (31/3).

JAKARTA, Mediakarya –  Kuatnya literasi digital akan membantu masyarakat dalam membangun rekam jejak digital yang positif, aman, dan produktif.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan, saat ini interaksi masyarakat banyak dilakukan di dunia maya. Karena itu, masyarakat harus cakap dan cermat dalam menggunakan media sosial, jangan sampai meninggalkan jejak digital yang negatif.

“Jejak digital ibarat `bom waktu` yang bisa meledak kapan saja. Bom ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, terlebih apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan dapat merugikan dirinya sendiri,” ujar Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.

Imbauan penting itu disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital, Jumat (31/3).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Baca Juga:  Pelopor Masyarakat Digital, Pengguna Medsos Didominasi Kaum Milenial

Dalam Webinar itu menghadirkan Meutya Hafid sebagai keynote speaker, serta dia pembicara,
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho dan Instruktur Digital Entrepreneurship Academy, Sugianto.

“Literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif,” jelas Meutya Hafid.

Di tempat yang sama, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan bahwa media informasi seperti media sosial seringkali memuat informasi yang belum valid hingga menimbulkan provokasi di masyarakat, oleh karena itu masyarakat harus pintar memilahnya.

“Media informasi seperti media sosial memberi banyak sekali informasi yang sebetulnya informal atau belum valid. Ada beberapa yang positif tapi sebagian itu seringkali muncul tanpa ada verifikasi dan berpotensi meresahkan masyarakat bahkan dapat menyebabkan provokasi dan adu domba. Oleh sebab itu masyarakat harus pintar memilahnya,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya
Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK
Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema
Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

IKD Di Kota Bekasi Masih Minim Partisipasi ASN

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:23 WIB