PDIP dan PSI Merasa Diselingkuhi  7 Fraksi Yang Ikut Dalam Makan Malam dengan Anies

- Editor

Selasa, 31 Agustus 2021 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi PDIP DPRD DKI saat melaksanakan jumpa pers terkait dengan alasan menginterpelasi gubernur, Anies Baswedan.

Fraksi PDIP DPRD DKI saat melaksanakan jumpa pers terkait dengan alasan menginterpelasi gubernur, Anies Baswedan.

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI, Gembong Warsono mengatakan jika PDIP dan PSI merasa diselingkuhi oleh 7 fraksi yang melakukan pertemuan dengan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di rumah tugasnya, di kawasan Jakarta Pusat.

Perselingkuhan itu, kata Gembong lantaran PDIP dan PSI yang menjadi inisiator justru didahului dalam mengajukan hak interpelasi oleh 7 fraksi yang ikut dalam pertemuan dengan gubernur.

“Seharusnya kami yang lebih dahulu bertanya dengan gubernur. Karena kami lah yang menginisiasi hak bertanya pada gubernur,” katanya.

Bedanya, kata Gembong pertanyaan yang dilakukan oleh 7 fraksi pada Anies dalam makan malam tersebut. Hak bertanya yang digulirkan inkonsitusi. “Nah kalau PDIP dan PSI menginginkan hak bertanya itu sesuai konsitusional,” jelasnya.

Baca Juga:  KPK Pastikan Proses Penyidikan Lukas Enembe Terus Berjalan

Untuk itu, guna meluluskan hak interpelasi secara konsitusi. PDIP pun menugaskan pada 25 anggota DPRD DKI untuk melakukan lobi-lobi terhadap lintas fraksi di DPRD DKI. “Kita optimis fraksi lain akan ikut dalam menandatangani hak interpelasi pada gubernur. Apalagi potensi kerugian sangat besar, jika formula E dilaksanakan,” katanya.

Terkait dengan hak interpelasi akan mengerahkan jaringan DPP PDIP. Anggota DPRD dapil Jaksel itu menolak untuk melibatkan pengurus pusat.”Hanya hak bertanya. Tidak perlu melibatkan DPP. Karena itu terlalu tinggi. Biarlah kami ditingkat lokal yang mengatasi persoalan ini,” tutupnya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Jumat, 18 September 2026 - 06:14 WIB

Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB