Taliban Buka Kembali Bandara Kabul untuk Penerbangan Komersil

- Penulis

Jumat, 10 September 2021 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto: Google

sumber foto: Google

AFGHANISTAN, Mediakarya – Setelah sempat diserang bom bunuh diri, kini bandara kabul dibuka kembali untuk perebangan komersial. Serangan besar sejak kelompok Taliban kuasai Afganistan secara total tersebut menyebabkan ratusan warga dan prajurit AS tewas.

Penerbangan komersial internasional yang membawa lebih dari 100 orang untuk pertama kalinya terbang dari Kabul ke Qatar pada Kamis (09/09/21).

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/9/2021), penerbangan komersial internasional itu menandai langkah penting dalam upaya Taliban untuk memulihkan situasi normal di Afghanistan yang mereka kuasai kembali sejak bulan lalu.

Dituturkan sejumlah pejabat bahwa pesawat maskapai Qatar Airways yang membawa sekitar 113 orang terbang dari bandara Kabul menuju Doha pada Kamis (9/9) waktu setempat. Menurut seorang sumber, terdapat penumpang asal Amerika Serikat (AS), Kanada, Ukraina, Jerman dan Inggris dalam penerbangan itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, dalam pernyataan terpisah via Twitter, mengungkapkan bahwa 10 warga AS dan 11 permanent resident AS berada dalam penerbangan tersebut.

Dituturkan seorang sumber yang memahami penerbangan ini bahwa para penumpang dibawa ke bandara Kabul dalam konvoi Qatar setelah jalur aman disepakati dengan Taliban. Di Doha, para penumpang akan ditampung sementara di kompleks penampungan pengungsi Afghanistan dan negara lainnya.

Meskipun penerbangan internasional sudah keluar-masuk dari Afghanistan dengan membawa para pejabat, teknisi dan bantuan kemanusiaan dalam beberapa hari terakhir, penerbangan Qatar Airways ini menjadi penerbangan sipil pertama yang mengudara usai kekacauan menyelimuti bandara Kabul setelah Taliban berkuasa.

Baca Juga:  Prabowo Sampaikan Selamat kepada PM Albanese: Indonesia Siap Jadi Tujuan Pertama

Diketahui bahwa proses evakuasi besar-besaran yang dilakukan negara-negara Barat, termasuk AS, sejak pertengahan Agustus lalu berhasil mengevakuasi 124.000 warga negara asing dan warga Afghanistan yang terancam Taliban. Proses evakuasi itu diakhiri pada 31 Agustus lalu sesuai batas akhir penarikan tentara AS.

Utusan Khusus Qatar, Mutlaq bin Majed al-Qahtani, dalam pernyataannya menyebut penerbangan Qatar Airways pada Kamis (9/9) waktu setempat itu merupakan penerbangan reguler, bukan penerbangan evakuasi. Dia menambahkan bahwa penerbangan serupa dijadwalkan berangkat pada Jumat (10/9) waktu setempat.

“Semoga hidup menjadi semakin normal di Afghanistan,” tutur Al-Qahtani dari tarmac bandara Kabul, seperti dikutip Al Jazeera.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, yang sedang berkunjung ke Islamabad, Pakistan, menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Taliban karena membantu membuka kembali bandara Kabul.

Di sisi lain, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Afghanistan, Deborah Lyons, menyoroti laporan yang meningkat soal langkah pembatasan yang diterapkan Taliban terhadap kaum wanita sama seperti saat kelompok radikal itu berkuasa tahun 1996-2001 silam.

“Kami menerima laporan yang meningkat di mana Taliban melarang wanita tampil di tempat-tempat umum tanpa pendamping pria dan mencegah wanita untuk bekerja. Mereka membatasi akses pendidikan untuk perempuan di beberapa wilayah,” ungkap Lyons kepada forum Dewan Keamanan PBB.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 
Parlemen Bubar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Terancam Digulingkan
Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik
AS Mulai Melunak dengan Iran, Israel Malah Ngambek ke Trump
Menlu Iran Sebut Selat Hormuz Tetutup Hanya untuk Kapal Musuh
Ini Baru Keren, Iran Berhasil Kembangkan Kapal Selam Fatah di Tengah Sanksi Embargo
Hizbullah: Medan Tempur akan Dijadikan Neraka Bagi Tentara Zionis
Picu Ketegangan di Teluk, Iran Peringatkan Negara Eropa Tak Kirimkan Kapal Perangnya ke Selat Hormuz
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Senin, 25 Mei 2026 - 05:40 WIB

Parlemen Bubar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Terancam Digulingkan

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:17 WIB

AS Mulai Melunak dengan Iran, Israel Malah Ngambek ke Trump

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:26 WIB

Menlu Iran Sebut Selat Hormuz Tetutup Hanya untuk Kapal Musuh

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB