Jelang Pilgub Jakarta, Anies Dinilai Sangat Tepat Jika Jadi Kader PDIP

- Editor

Minggu, 25 Agustus 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif Etos Indonesia Institut, Iskandarsyah mengapresiasi wacana Anies Baswedan maju di Pilkada Daerah Khusus Jakarta (DKJ) lewat PDI Perjuangan.

Bahkan, Iskandar sangat mendukung bila mantan gubernur DKI Jakarta itu masuk sebagai kader PDIP. Sehingga dengan sendirinya akan menghapus stigma negatif yang kerap disematkan sebagai tokoh politik identitas.

“Kalau saya melihatnya, ketimbang jadi kader PKS dengan resistensi yang sangat tinggi, asumsi-asumsi liar pasti akan timbul. Namun jika maju lewat PDIP dan sekaligus menjadi kadernya, maka saya pastikan Mas Anies akan menang telak, sekalipun di sana banyak parpol mendukung bacalon yang bakal jadi lawannya, pada Pilgub mendatang,” kata Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Ahad (25/8/2024).

Iskandar menilai, portofolio Anies di Jakarta tak perlu diragukan lagi, sudah bekerja dan berbuat banyak untuk masyarakat Jakarta. Sedangkan Ridwan Kamil dan Siswono maju di pilkada Jakarta ibarat bertarung di ruang gelap.

“Masyarakat sudah merasakan kinerja Mas Anies di DKI, sedangkan kinerja Kang Emil (Ridwan Kamil) selama menjabat sebagai gubernur Jabar tidak ada yang menonjol, bagaimana kalau bertarung melawan Anies di Jakarta. Saya prediksi akan kalah telak. Kecuali dilakukan dengan cara curang,” katanya.

Iskandar menilai bahwa Emil sengaja dibuang ke Jakarta demi memuluskan kader Gerindra maju sebagai calon gubernur Jabar.

“Karena tidak mungkin Kang Dedi Mulyadi mau jadi wakilnya Emil. Selain maju dari partai penguasa, popularitas mantan bupati Purwakarta itu tergolong tinggi. Dan sosoknya yang egaliter sangat mewakili masyarakat tatar pasundan,” ungkap Iskandar.

Baca Juga:  Anggota DPR Minta Pencegahan Diutamakan Dalam Penanganan Narkoba

Menurut dia, jika Anies jadi diusung oleh PDIP bisa jadi sekaligus diproyeksikan untuk Pilpres 2029 mendampingi Puan Maharani.

“Justru jika PKS batal mendukung atau mengusung mas Anies, maka saya dipastikan suara PKS di tahun 2029 mendatang akan terjun bebas. Sebab naiknya suara PKS di DKI saat Pileg lalu karena Anies efek,” ungkapnya.

Akibat sikap PKS yang diibaratkan “kacang lupa kulitnya” maka banyak simpatisan dan kader PKS di bawah tak simpati lagi terhadap pengurus pusat yang dianggap tak aspiratif.

Lebih lanjut Iskandar menyampaikan rasa syukur atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya pertarungan di Jakarta bukan lagi melawan kotak kosong seperti yang di set-up parpol-parpol, tapi Emil dipertemukan dengan lawan tangguh.

Lebuh lanjut, masyarakat Jakarta sudah paham bagaimana kinerja Anies. Sedangkan Emil kinerjanya belum terbukti. Terlebih mantan gubernur Jabar itu didukung oleh Jokowi tak lain merupakan lawan politik Ketum PDIP  Megawati Soekarnoputri, sehingga kian menambah pertarungan ini menjadi seru.

“Saya rasa ini pertarungan yang keras karena ini menyangkut marwah parpol, kalau koalisi gemuk itu kalah maka dipastikan parpol-parpol pendukung lawan mas Anies akan merosot tajam presentasenya karena kegagalan mengusung dan mendukung bacalon jadi-jadian di Jakarta,” kata Iskandar. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB