Di Kebayoran Lama, Pramono Ungkap Janji Buka 500 Ribu Lapangan Kerja Sangat Rasional

- Editor

Selasa, 29 Oktober 2024 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Media Karya- Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menyebut bakal membuka 500 ribu lapangan kerja.

Hal itu juga diungkapkan Pramono saat debat kedua Pilkada Jakarta, di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utar, Minggu (27/10/2024).

Menurut Pramono, angka 500 ribu untuk membuka lapangan kerja merupakan hal yang sangat realistis di Jakarta. Ia mengungkapkan saat ini terdapat kurang lebih 354 ribu pengangguran, bahkan ada sekitar 52 ribu orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sampai dengan bulan Oktober tahun ini.

“Sehingga kalau dijumlahkan kurang lebih 400 ribu (lapangan kerja). Kalau kemudian kami menjanjikan 500 ribu sangat rasional,” ujar Pramono kepada wartawan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2024).

Mantan Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu menyinggung, soal dana yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mendorong terciptanya banyak lapangan kerja yang baru untuk masyarakat.

Baca Juga:  KASN: Pemerintah Perlu Selektif Mengangkat Penjabat Kepala Daerah

Dengan begitu, jika pelaku UMKM semakin maju dan berkembang dalam pelaksanaannya. Secara otomatis penyerapan terhadap para pekerja akan semakin masif.

“Untuk itu maka akan ada dana yang disiapkan oleh Pemda (Pemerintah DKI Jakarta), kurang lebih 300 miliar rupiah untuk menghidupkan, mendorong UMKM kita. Maka, itulah beberapa dasar yang akan kami lakukan,” kata Pramono.

Pramono pun menjelaskan, bagaimana pengalamannya sebagai menteri Presiden Jokowi. Ia menyebut bertanggung jawab dalam menjaga dapur presiden terkait pendanaan skala nasional atau Funding Indonesia.

“Apa itu? Investasi yang dilakukan oleh negara. Pada waktu itu modalnya 6 triliun, sekarang Indonesia Funding ini sudah besar sekali,” jelas Pramono.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru