PT Antaredja Mulia Jaya Gandeng Perusahaan Asal Kanada Atasi Persoalan Banjir Jakarta

- Editor

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Proyek Terowongan multi  fungsi Terpadu pengendali banjir Jakarta yang dikenal dengan nama Jakarta Integrated Tunnel (JIT) telah melakukan proses closing financial dengan investor baru yakni SBC Capital Partner LTD Kanada, perusahaan Investment dari Kanada ini berminat dan sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemrakarsa PT. Antaredja Mulia Jaya (AMJ).

Komisaris Utama PT.AMJ Wibisono membenanrkan bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) untuk proyek JIT ini pada tanggal 30 Juni 2025, proyek senilai usd 3 Billion atau setara dengan Rp.48 Trilyun ini telah mencapai kesepakatan baru dengan SBC Kanada.

Adapun tahapannya adalah, pihak perusahaan tengah mencari EPC kontraktor yang bisa kerjasama dengan proyek ini, karena tidak semua kontraktor mampu mengerjakan proyek terowongan ini, Karena harus mempunyai spesialisasi khusus untuk bangun terowongan dengan menggunakan mesin TBM.

Baca Juga:  UU PDP Sebagai Landasan Hukum Jaga Kedaulatan Negara

“Kita sekarang lagi persiapan untuk closing finansial sehingga perjanjian penguasaan jalan tol dapat dipenuhi oleh kementrian pekerjaan umum, proyek ini mempunyai empat fungsi yakni: sebagai pengendali banjir akibat luapan sungai Ciliwung dan Pesanggrahan, sebagai jalan tol untuk mengurangi kemacetan, sebagai long storage untuk bahan baku air minum, dan dapat menghasilkan listrik PLTMH,” ujar Wibi, kepada awak media di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Dia pun berharap proyek tersebut menjadi angin segar untuk pemerintahan Presiden Prabowo dalam hal investasi asing yang masuk lewat proyek ini, sehingga proyek infrastruktur ini tidak membebani negara.

“Karena tidak memakai dana APBN, selaras dengan kebijakan ekonomi presiden Prabowo, proyek pun tidak dengan skema hutang tapi bagi hasil (profit sharing) dengan investor, ini merupakan skema yang belum pernah ada selama ini di Indonesia,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB