Polemik AMPG Memanas, Said Aldi Dituding Tak Paham Mekanisme Organisasi

- Editor

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Konflik internal di Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) kian memanas setelah Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, mencopot Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Ikhsan Nurjamil secara sepihak tanpa melalui mekanisme rapat pleno organisasi.

Keputusan tersebut memicu gelombang penolakan dari sejumlah kader AMPG hingga berujung pada pelaporan Said Aldi Al Idrus ke Dewan Etik Partai Golkar. Polemik ini bahkan menyeret nama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji.

Pencopotan Muhammad Ikhsan Nurjamil dinilai kontroversial karena pengangkatannya sebagai Sekjen PP AMPG sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: Skep-55/DPP/GOLKAR/II/2025. Posisi Ikhsan kemudian digantikan oleh Ubaidillah alias Babay sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PP AMPG.

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, menilai langkah Said Aldi Al Idrus berpotensi memperkeruh hubungan antara organisasi sayap dan DPP Partai Golkar.

“Golkar ini partai besar, tidak mungkin kebijakan yang diambil ketua umum organisasi sayap luput dari pengawasan Sekjen DPP Golkar. Kalau itu terjadi, berarti ada persoalan serius dalam tata kelola organisasi,” ujar Iskandarsyah saat diwawancarai Mediakarya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Ia menilai pencopotan Sekjen tanpa rapat pleno menunjukkan lemahnya pemahaman terhadap mekanisme organisasi.

Menurutnya, pengalaman Said Aldi di Partai Golkar yang baru berjalan sekitar dua tahun menjadi salah satu faktor penyebab munculnya polemik tersebut.

“Baru dua tahun menjadi anggota partai, bagaimana mungkin bisa mengelola organisasi sebesar AMPG dengan baik jika pengalaman organisasinya minim. Ini justru bisa menjadi beban bagi organisasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Distribusi Solar Bersubsidi Rentan Diselewengkan

Iskandarsyah juga menduga penunjukan Ubaidillah sebagai Plt Sekjen PP AMPG berkaitan dengan posisinya sebagai tenaga ahli Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Karena itu, ia meminta Dewan Etik Partai Golkar memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi polemik tersebut.

“Saya menduga konflik ini sudah berlangsung lama dan hanya menunggu momentum. Penempatan Ubaidillah sebagai Plt Sekjen diduga untuk mendapatkan dukungan dari DPP Partai Golkar. Namun langkah itu justru menimbulkan kegaduhan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Bidang PP AMPG Adi Yunsyah turut mengkritik kebijakan Said Aldi Al Idrus. Ia menilai keputusan mencopot Sekjen tanpa mekanisme organisasi menunjukkan kepemimpinan yang tidak profesional.

“Berbicara Golkar harus selalu merujuk pada aturan organisasi, baik PO maupun AD/ART. Tetapi yang terjadi sekarang, AMPG seperti dijalankan layaknya perusahaan pribadi,” ujar Adi Yunsyah yang akrab disapa Monel di Kompleks Senayan, Jumat (8/5/2026).

Monel juga menyoroti munculnya nama Plt Sekjen dalam sejumlah karangan bunga resmi tanpa adanya pemberitahuan kepada Muhammad Ikhsan Nurjamil selaku Sekjen definitif.

“Konyolnya, nama Plt Sekjen sudah dicantumkan dalam karangan bunga tanpa pemberitahuan melalui struktur organisasi maupun secara pribadi kepada Sekjen yang sah,” ujarnya.

Ia mendesak DPP Partai Golkar segera turun tangan untuk meredam polemik yang dinilai telah mencoreng nama organisasi sayap partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Kami menilai kepemimpinan Said Aldi Al Idrus menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah AMPG,” tandas Monel. (Adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lusia Carmenita Rosalia Lamba Sabet Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026
Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa
Aksi 27 Agustus Diduga Skenario Pengalihan Isu Politik
Kerja Bakti Bersih Sampah Kali Baru, Walikota Munjirin Bakal OTT Warga yang Buang Sampah ke Kali
Berpotensi Jadi “Musuh dalam Selimut”, Prabowo Diminta Copot Menteri Warisan Jokowi
Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang
Kodam Jaya Kerahkan Prajurit Bantu Polri Jaga Keamanan Aksi di DPR/MPR
Kader Partai Demokrat Gelar Gerakan Langit Biru di Pantai Lagundri

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Lusia Carmenita Rosalia Lamba Sabet Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kerja Bakti Bersih Sampah Kali Baru, Walikota Munjirin Bakal OTT Warga yang Buang Sampah ke Kali

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Berpotensi Jadi “Musuh dalam Selimut”, Prabowo Diminta Copot Menteri Warisan Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang

Berita Terbaru

Logo NU (Ist)

Politik

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Minggu, 30 Agu 2026 - 07:21 WIB

Opini

Saat Ketua DPR Tak Tandatangani Surat Janji

Sabtu, 29 Agu 2026 - 20:27 WIB