JAKARTA, Mediakarya– Warta Kota Awards 2026 memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah, serta pimpinan lembaga dan instansi yang dinilai berhasil menghadirkan kepemimpinan yang kuat, inovatif, serta menjalankan program-program yang berdampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Mengusung tema “Anugerah Kinerja Unggul & Tata Kelola Layanan Publik”, Warta Kota Awards 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Warta Kota.
CEO Tribun Network Dahlan Dahi, mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian penerima, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan berbagai best practice yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh pemerintah daerah lainnya.
“Penghargaan ini setahun sekali. Apa sistem insentif dalam masyarakat yang bisa menggerakkan orang mencapai sesuatu? Ada dua yaitu satu, hukum kalau dia salah makanya banyak pejabat ditangkap karena korupsi. Saya rasa itu tetap oke, tetap bagus. Tetapi tidak adil kalau tidak memberikan penghargaan kepada yang berhak,” kata Dahlan saat malam penganugerahan Warta Kota Awards 2026 di Studio 1 Kompas TV, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Menurut Dahlan, media memiliki dua fungsi yang harus dijalankan secara berimbang, yakni mengawasi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak yang mampu menghadirkan kinerja terbaik.
“Jadi saya rasa kita coba jalankan dua peran itu, memberitakan yang bersalah tetapi memberi penghormatan pada yang berhak,” ujarnya.
Dia menjelaskan, proses penilaian penghargaan dilakukan bersama Profesor Lili Romli dan Profesor Syahrir dari Badan Riset dan Inovasi (BRIN) RI untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik di Jabodetabek dan Banten.
“Kita berharap praktik terbaik ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Jadi kalau daerah lain, dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, atau 38 provinsi seluruh Indonesia ingin belajar sesuatu, mereka tahu belajarnya ke mana,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan, kepercayaan publik terhadap pemerintah tidak bisa dibangun hanya melalui slogan atau strategi komunikasi.
Kata dia, yang menentukan adalah sejauh mana janji pemerintah benar-benar diwujudkan dalam bentuk program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Qodari menegaskan komunikasi publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan, bukan sekadar membangun citra.
Menurut dia, komunikasi publik baru akan efektif apabila sejalan dengan realisasi program pemerintah di lapangan.
Qodari mengatakan, ketika janji pemerintah diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat, kepercayaan publik akan tumbuh secara alami.
“Bila janji dan kenyataan bertemu, kepercayaan akan tumbuh, dan bila keduanya berjauhan, kepercayaan akan runtuh sebaik apa pun kita berkomunikasi,” ujarnya.
Qodari menambahkan, hasil berbagai survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah saat ini berada pada kisaran tujuh hingga delapan dari skala 10. Namun, capaian tersebut harus terus dijaga melalui kinerja nyata.
Menurut Qodari, tingginya tingkat kepercayaan publik lahir dari program-program pemerintah yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti bantuan yang tepat sasaran, layanan kesehatan yang mudah diakses, program makan bergizi bagi anak-anak, penegakan hukum yang tegas, hingga upaya menghentikan kebocoran keuangan negara.
“Angka-angka survei itu bukan hanya sekadar teknik komunikasi, tapi program-program yang benar-benar sampai ke rakyat,” ucapnya.
Dia menyebut penghargaan seperti Warta Kota Awards menjadi salah satu ruang untuk menunjukkan praktik tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
“Tata kelola yang baik tidak cukup hanya dijalankan, tapi juga harus disampaikan secara terbuka agar rakyat tahu, paham, dan pada akhirnya rakyat percaya,” katanya.
Sejumlah kepala daerah yang menerima penghargaan antara lain:
- Wakil Gubernur Banten Bapak Achmad Dimyati Natakusumah
- Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta Bapak Dr Sigit Wijatmoko
- Wali Kota Bogor Bapak Dedie Abdu Rachim
- Wali Kota Bekasi Bapak Dr. TRI ADHIANTO TJAHYONO
- Wakil Bupati Tangerang Ibu Intan Nurul Hikmah
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh
- Plt Bupati Bekasi Bapak dr Asep Surya Atmaja
- Pemerintah Kota Tangerang Ibu Dr Mugiya Wardhani Msi
- Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bapak Bambang Noertjahjo
- Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) Bapak M. Olik Abdul Holik
- Manager of Public Relation LRT Jabodebek Bapak Radhitya Mardika
- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor Bapak Drs. Bambang Widodo Tawekal, M.Si.
- PAM Kota Tangsel Bapak Ir. Tugayus Hendra Suherman
- DIRTEKBANG JAKPRO ROBERT HERJAKA
- PLN UID Banten (senior manager keuangan, komunikasi dan umum) novianto hericahyono
- PLN UID Jakarta Moch Andy Adchaminuddin. (dri)











