Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Pendataan Sensus Ekonomi oleh Pemerintah Pusat mengalami kendala di Kota Bekasi. Sejak sebulan belakangan, petugas Sensus dihadapkan dengan berbagai dilema di lapangan.

Kendala tersebut diantaranya kurang terbukanya rumah warga, terlebih di kawasan perumahan yang elit. Selian itu, petugas juga alami kendala untuk melakukan sensus di rumah susun atau apartemen kerena ketatnya peraturan terkait akses masuk di kawasan itu.

Keengganan sebagian warga di kawasan eksklusif untuk menerima kedatangan petugas membuat progres pendataan berjalan lambat. Padahal, berdasarkan data awal (prelist), terdapat lebih dari 900 ribu tempat usaha dan rumah tangga di Kota Bekasi yang harus rampung didata hingga 31 Agustus mendatang.

Berdasarkan data per 24 Juli 2026, capaian sensus di Kota Bekasi masih tertahan di bawah 50 persen. Rinciannya, baru 70.416 dari 267.607 tempat usaha (26,31 persen) yang berhasil disurvei. Nasib serupa terjadi pada pendataan rumah tangga, di mana baru menyentuh angka 34,14 persen atau 245.454 keluarga dari total target 719.055.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, Robert Ronytua Pardosi, tak menampik adanya tembok tebal yang menghalangi petugas di lapangan.

Baca Juga:  Pendukung Jamin Ketertiban Saat Jemput Anas Urbaningrum di Sukamiskin

Menurutnya, selain penolakan warga di komplek mewah, alotnya perizinan dari pihak pengelola apartemen dan tingginya mobilitas pekerja kantoran menjadi tantangan utama.

“Kita sebenarnya sudah menempuh proses perizinan, tapi mungkin pihak pengelola atau warga butuh waktu. Jadi, saat ini kami masih berusaha keras mengencangkan sosialisasi, khususnya untuk target di perumahan-perumahan elit dan apartemen,” ujar Robert ketika di konfirmasi awak media pada Selasa 28 Juli 2026?

Menyikapi dilema tersebut, para petugas kini harus putar otak menyusun strategi agar sensus berjalan sesuai rencana. Untuk permukiman warga pekerja, pendataan disiasati dengan kunjungan sore hari hingga akhir pekan.

Sembari menunggu akses kawasan elit terbuka, fokus petugas untuk sementara dialihkan ke sentra ekonomi yang lebih kooperatif, seperti pasar tradisional, kawasan ruko, dan pusat perbelanjaan.

Meski kerap menemui jalan buntu, Robert memastikan semangat para petugas tak surut. BPS juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi guna mengevaluasi capaian secara berkala.(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Hubungkan Tiga Lintasan Kepulauan Batu Nias Selatan
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:20 WIB

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Senin, 2 November 2026 - 19:11 WIB

Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Berita Terbaru