KOTA BEKASI , Mediakarya – Kembali viral, sejumlah massa atau orang diduga dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) menggeruduk kediaman laki-laki berinisial E yang merupakan Master of Ceremony (MC) dalam viralnya video kontes hafal surat Al Quran mendapat satu botol minuman keras (Miras) gratis pada sebuah acara konser musik.
Para massa ini menggeruduk kediaman terduga pelaku yang diduga tingga di kawasan Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Selasa (11/8/2026) malam.
Menanggapi peristiwa itu, pihak Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana membenarkan dan memastikan peristiwa itu berlangsung kondusif.
“Terkait aktivitas itu bermula dari keresahan terhadap peristiwa yang terjadi tentang dugaan penistaan ini, saat itu, dari komunitas umat Islam berusaha meng-crosscheck apakah informasi yang bersangkutan tinggal di Kota Bekasi itu benar atau tidak,” kata Kombes Putu Kholis Aryana saat dikonfirmasi, Rabu 12 Agustus 2026.
Namun saat ratusan massa datang, Kholis menjelaskan bahwa E sudah tidak lagi tinggal di Kota Bekasi sejak 3 tahun lalu.
“Semalam ada beberapa kelompok orang yang mendatangi rumah yang diduga tempat tinggal namun setelah dilakukan pengecekan dengan ketua lingkungan didampingi oleh Kapolsek maupun tim dari Polres Metro Bekasi Kota yang bersangkutan sudah tidak tinggal dan berdomisili di situ,” jelasnya.
Kembali Kapolres menegaskan, peristiwa utama terkait dugaan penistaan tersebut terjadi di wilayah Jakarta Utara. Saat ini, perkara tersebut ditangani secara bersama oleh Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Bareskrim Polri.
Selanjutnya, Perwira Menengah (Pamen) Polri itu meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ke pihak kepolisian.
“Ya tentunya keresahan-keresahan ini kita juga melihat kami mengimbau warga tetap tenang untuk penanganan telah dilakukan oleh pihak kepolisian pasti akan ditangani secara proporsional dan profesional oleh pihak kepolisian,” tutupnya.
Sebagai informasi, kedatangan 200 massa tersebut diduga berkaitan dengan viralnya sebuah event musik yang sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul informasi peserta yang mampu menghafal surat Al-Quran mendapatkan satu botol miras secara gratis.
Seorang warga sekitar sekaligus saksi bernama Gagah membenarkan adanya kedatangan massa ke lokasi kediaman E.
Gagah mengatakan, massa yang diduga berasal dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) datang setelah waktu Isya atau sekira pukul 20.00 WIB.
“Semalam Selasa (11/8/2026) sekira habis isya an lah, sekitar jam 08.00 WIB. Untuk jumlahnya orangnya kurang tau, paling lebih kurang lebihnya 200-an lah. 200 orang,” kata Gagah di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Hanya saja Gagah menjelaskan dirinya tidak mengetahui secara pasti darimana saja ormas massa yang datang tersebut.
Sebab dalam peristiwa itu para massa tidak mengenakan atribut organisasi tertentu.
Namun, mereka disebut mengenakan pakaian bernuansa muslim, seperti baju koko dan gamis.
“Tanpa atribut, cuma dia pakaiannya pakaian baju koko, pakai koko gamis,” jelasnya.
Menurut Gagah, kedatangan massa tersebut berlangsung secara bersamaan dan langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, massa tersebut mencari seorang pria berinisial E.
“Mereka cuma nanya dimana aja gitu, lokasinya rumah E, tapi pas tahu, rumah E kosong, E nya tidak ada di rumah,” ujarnya.
Gagah menuturkan, E sudah tidak berada di rumah tersebut selama sekitar satu minggu.
E diketahui jarang pulang dan tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.
“Kosong, posisi rumah kontrakan emang kosong, udah ada semingguan, dia juga jarang pulang,” tuturnya.
Setelah mengetahui E tidak berada di rumah, situasi di lokasi disampaikan Gagah akhirnya dapat diredam.
Diredam nya situasi juga terjadi usai polisi tiba sekira 10 hingga 15 menit setelah kedatangan massa.
“Ya untungnya aja kan bisa diredam ya, ada polisi juga dengan kami berkomunikasi baik, ya itulah. Emang buktinya orangnya emang tidak ada kan begitu,” ucapnya.(Red)











