IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

- Editor

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat memberikan sambutan  di acara HUT PAN di Jakarta. (Foto: Ist)

Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di acara HUT PAN di Jakarta. (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Analis politik Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Nurul Julyana menilai Partai Amanat Nasional (PAN) berpotensi ditinggalkan oleh pendukungnya pada Pemilu 2029 mendatang, khususnya generasi Z, buntut dukungannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “pakar goblok”.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta baru-baru ini, ketika menyinggung kritik para pengamat.

Nurul menyoroti sikap kader PAN dalam acara tersebut. Menurutnya, kader yang selama ini diklaim dekat dan didukung anak muda justru bertepuk tangan seolah memberikan dukungan saat Prabowo menyebut “pakar goblok”.

Tidak hanya kader di bawah, Ketum PAN Zulkifli Hasan juga menunjukkan gestur seolah mendukung pernyataan tersebut.

“Padahal PAN lahir dari rahim reformasi yang menjunjung tinggi kritik dan kebebasan berpendapat,” ujar Nurul dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Nurul, gestur tersebut menjadi preseden buruk bagi partai berlambang matahari terbit itu. PAN yang dulu dikenal sebagai partai reformis kini dinilai telah menjelma menjadi partai yang sangat pragmatis.

Baca Juga:  Politisi Demokrat DKI Dihujani Pertanyaan Pengelolaan Sampah

“PAN sudah tidak lagi sebagai partai reformis, melainkan menjelma menjadi partai pragmatis yang hanya mengejar kekuasaan. Padahal kritik pakar itu adalah vitamin bagi demokrasi,” tegasnya.

Nurul menambahkan, sikap permisif PAN terhadap narasi anti-kritik akan menjadi bumerang elektoral. Generasi Z yang kritis, melek literasi, dan menjunjung kebebasan berekspresi dinilai tidak akan mentolerir partai yang anti terhadap kritik kaum intelektual.

“Tak pantas generasi muda atau Gen Z mendukung partai tersebut pada pemilu mendatang. Mereka akan mencari partai yang lebih menghargai akal sehat,” katanya.

Lebih jauh, Nurul menyebut PAN saat ini lebih tepat digambarkan sebagai partai yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan bisnis.

“PAN lebih tepat sebagai partai yang mencari ladang bisnis dari kekuasaan. Bukan lagi partai yang memperjuangkan amanat rakyat seperti cita-cita awal reformasi,” pungkasnya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud
Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan
Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Jumat, 25 September 2026 - 07:25 WIB

DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 06:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

Berita Terbaru