DPR Jangan Bungkam, Uchok Sky Desak Tragedi Kematian Muhammad Athaya Helmi Nasution Segera Diungkap

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Athaya Helmi Nasution (ist)

Athaya Helmi Nasution (ist)

JAKARTA, Mediakarya – Kematian tragis yang menimpa Muhammad Athaya Helmi Nasution (19) memicu gelombang kemarahan publik.

Mahasiswa muda yang tengah menimba ilmu di luar negeri itu pulang ke tanah air dalam peti jenazah, setelah mendampingi rombongan kunjungan kerja anggota Komisi XI DPR RI di Wina, Austria, 27 Agustus lalu.

Dalam unggahan Facebook, Ernydar Erham menggambarkan Athaya sebagai sosok penuh mimpi dan cita-cita, namun terpaksa menanggung tugas berat tanpa kontrak resmi, perlindungan, atau kejelasan tanggung jawab.

“Dari pagi hingga malam, dengan tugas yang tak sebanding dengan kapasitasnya, tanpa kepastian siapa yang bertanggung jawab, hingga tubuh mudanya menyerah: kejang, henti jantung, dan wafat di negeri orang,” tulis Ernydar dalam keterangannya.

Ernydar menyesalkan sikap rombongan pejabat yang tetap melanjutkan agenda, sementara para penyelenggara acara dan liaison officer (LO) sibuk dengan jamuan makan.

“Tak ada permintaan maaf, tak ada sikap gentar karena kehilangan nyawa seorang anak bangsa. Apakah martabat manusia begitu murah di mata penguasa?” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Gianyar Lepas kontingen Tani Nelayan Andalan

Kritik senada datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, yang menuntut pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI untuk bertanggung jawab serta transparan.

“Buka dong, siapa saja anggota Komisi XI yang berangkat, serta pemilik travelnya. Jangan diam-diam saja. Tugas DPR itu fokus atasi masalah dalam negeri, bukan malah jalan-jalan ke luar negeri,” tegas Uchok, Sabtu (13/9/2025).

Ia juga mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera menyelidiki kematian Athaya. “Jangan pura-pura tidak tahu atau masa bodoh. Athaya itu seorang manusia yang harus dihormati. Tapi DPR ini, jangankan bertanggung jawab, minta maaf saja susah banget dari mulut seorang anggota dewan,” tambahnya.

Publik kini menantikan langkah tegas dari DPR dan pihak terkait untuk mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas, dan mencegah tragedi serupa menimpa mahasiswa Indonesia lain di luar negeri. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

HUT ke-47 Tahun, Bintaro Jaya Gelar 10K Run for Education Berhasil Kumpulkan Donasi Rp245 Juta
Ditpolairud Polda Metro Jaya Ungkap Ribuan Obat Keras Di Muara Baru
Diduga Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA, Tindakan Silmy Karim Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Pernyataan Pigai Sebut Jabatan Kapolri Diisi Sipil Sarat Muatan Politik
PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung
Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:46 WIB

HUT ke-47 Tahun, Bintaro Jaya Gelar 10K Run for Education Berhasil Kumpulkan Donasi Rp245 Juta

Senin, 8 Juni 2026 - 09:33 WIB

Ditpolairud Polda Metro Jaya Ungkap Ribuan Obat Keras Di Muara Baru

Senin, 8 Juni 2026 - 08:03 WIB

Diduga Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA, Tindakan Silmy Karim Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:59 WIB

Pernyataan Pigai Sebut Jabatan Kapolri Diisi Sipil Sarat Muatan Politik

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:22 WIB

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Berita Terbaru