Harga Daging Sapi Meroket, APDI Ancam Mogok Berjualan

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Yayan Suryana

Sekjen Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Yayan Suryana

JAKARTA, Mediakarya – Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengancam mogok berjualan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah terkait dengan harga daging yang tidak stabil.

Pernyataan itu diungkapkan Sekjen APDI, Yayan Suryana, menanggapi gejolak harga daging sapi yang akhir-akhir ini dinilai sangat memberatkan para pelaku usaha daging, khusunya di pasar tradisional.

Yayan mengaku sangat keberatan dengan adanya harga yang ditetapkan pemerintah di angka Rp56 hingga Rp58 ribu per kIlo gram. Namun jika melihat kondisi riel di pasar tradisional, harga daging sapi saat ini tembus di angka Rp130 hingga Rp140 ribu per kilo gram.

Sementara belanja modal daging sapi pada musim libur Nataru ini di angka Rp125 ribu per kilo gram. Bahkan, pada musim libur lebaran 2026 mendatang  harga daging sapi diprediksi bisa tembus di angka Rp160 ribu per kilo gram.

“Yang kami pikirkan adalah daya beli masyarakat. Sebagai pedagang daging tentunya kami memiliki tanggung jawab moril. Jangan sampai HET yang ditetapkan oleh pemerintah justru jadi bumerang bagi para pelaku usaha daging sapi. Khusunya di pasar tradisional,” ujar Yayan kepada Mediakarya di Kota Bekasi, Kamis (1/1/2026).

Untuk itu APDI meminta kepada pemerintah agar memberikan solusi terbaik di tengah gejolak harga daging sapi yang akhir-akhir ini dikeluhkan oleh para pelaku usaha daging sapi.

Yayan juga mengakui bahwa penjualan daging sapi pada libur Nataru 2025 ini menurun drastis hingga 40 persen. Persoalan itu dipicu lantaran harga daging sapi yang cukup tinggi, sehingga konsumen lebih memilih menu alternatif untuk menyiasati harga daging sapi yang meroket.

Baca Juga:  Kemenkop UKM Ungkap 10 ide Pokok Penyempurna UU Perkoperasian

“Kami prediksi pasca libur Nataru ini pedagang daging sapi pembeli. Dan kembali ramai nanti jelang idul fitri, tapi itu pun dengan harga yang tak menentu,” ungkap Yayan.

Pihaknya berharap agar pemerintah mengeluarkan kebijakan harga faktur HET daging sapi sampai kepada pedagang di angka Rp54 hingga Rp55 ribu per kilo gram. Jika harga tersebut tidak bisa ditekan solusi lain yakni adanya subsidi daging beku dari pemerintah yang diimpor dari India.

“Sebab selama ini para pedagang daging khususnya di pasar tradisional hanya mengandalkan 70 persen sapi lokal dan sisanya daging impor beku dari India,” katanya.

Sayangnya, harga daging beku dari India juga hampir mendekati harga daging sapi lokal. Hal tersebut yag menjadi dilema bagi para pedagang daging di pasar tradisional.

Selama ini, kata Yayan, APDI tidak pernah mendapatkan kuota impor. Sementara pembelian daging impor melalui pihak ketiga.

“Untuk itu kami berharap agar pemerintah memberikan kuota impor pada APDI, sehingga harga daging sapi di pasaran dapat kembali normal,” harapnya.

Yayan juga mengaku tidak dapat berbuat banyak jika pemerintah tidak sesegera mungkin melakukan stabilitas harga daging di pasaran.

“Jika pemerintah tidak mengindahkan keluhan para pedagang daging, tidak ada jalan lain maka dimulai tanggal 6 Januari ini seluruh anggota APDI akan mogok berjualan,” pungkas Yayan. (Me)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pelimpahan Perkara Kasus Febrie Adriansyah Ujian Prosedur Hukum di Indonesia
Publik Diminta Tidak Terkecoh Soal Pelimpahan Berkas Jampidsus dari Polri ke Kejagung
MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung
Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi
PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang
Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD
Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum
Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:39 WIB

Publik Diminta Tidak Terkecoh Soal Pelimpahan Berkas Jampidsus dari Polri ke Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:54 WIB

MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:52 WIB

Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:09 WIB

PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD

Berita Terbaru

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati

Selasa, 14 Jul 2026 - 07:50 WIB