Ingin Selengarakan Kontes, Simak Pesan Wawali Bekasi

- Penulis

Jumat, 1 Oktober 2021 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (Ketiga dari kiri), saat mengunjungi kantor Mediakarya.id beberapa waktu yang lalu

Caption : Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (Ketiga dari kiri), saat mengunjungi kantor Mediakarya.id beberapa waktu yang lalu

KOTA BEKASI, Mediakarya – Tri Adhianto Tjahyono selaku Wakil Wali Kota Bekasi secara tegas mendukung program Kelompok Tani, Komunitas Budidaya Maggot, Komunitas UKM Kota Bekasi, hingga peternak unggas bebek jenis entok untuk dapat mengembangkan kelompok ternaknya.

Pria yang akrab disapa Mas Tri ini menyambangi komunitas Robek yang berlokasi di Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Komunitas Robek sendiri ialah singkatan dari Republik Oenggas Kota Bekasi, peternak unggas entok hias dan entok untuk dikonsumsi. Komunitas tersebut telah memiliki anggota sebanyak kurang lebih 30 pengurus se-Kota Bekasi.

Pada kesempatan tersebut, salah satu anggota komunitas yang hadir turut memberikan pertanyaan kepada Wakil Wali Kota Bekasi terkait ketentuan pelaksanaan penyelenggaraan kontes dimasa pandemi.

Tri Adhianto pun memberikan tanggapan kepada salah satu penanya tersebut. Pria yang akrab disapa Mas Tri memberikan penjelasan terkait penyelenggaraan kontes sebaiknya dilaksanakan saat level PPKM ada di level 1 atau level 2.

Baca Juga:  Alih Tugas Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemkot Bekasi Dinilai Sudah Tepat

“Kini, Kota Bekasi berada di PPKM Level 3, hanya baru beberapa aktifitas yang sudah mulai diperbolehkan. Untuk membuat suatu acara tunggu sampai semuanya kondusif, tunggu sampai level PPKM berada di level 1 atau level 2,” jelasnya.

Pada dasarnya, dirinya selaku Wakil Wali Kota Bekasi selalu mendukung komunitas atau organisasi yang bersifat membangun kemajuan Kota Bekasi, dengan catatan tidak menyalahi aturan yang berlaku, demi terciptanya kondusifitas dan terwujudnya visi misi Kota Bekasi yang cerdas, kreatif, maju, sejahtera dan ihsan.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Tri mengungkapkan, diperlukan adanya legalitas hukum yang kuat dalam menjalankan suatu organisasi. Oleh karenanya komunitas Robek disarankan untuk dapat mengurus legalitas agar dapat diakui oleh Pemerintah keberadaannya.

“Untuk dapat diakui Pemerintah, saran saya silahkan bentuk koperasinya, buat legalitasnya, dengan demikian komunitas ini sah secara hukum dan bisa bersinergi dengan Pemerintah,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai
KP3B Gandeng Puskesmas Setu 1 Bikin Pengobatan Gratis di TPA Burangkeng
Perlunya Keseimbangan Pembangunan KEK Jadi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Bali
Langkah Baru PT JOE di IPA Convex 2026, Ini Targetnya
Sidang Kuota Hangus, BPKN Soroti Lemahnya Posisi Tawar Konsumen dengan Operator
Anggota Komisi III DPR RI: Reformasi Penegakan Hukum Suatu Keniscayaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:54 WIB

Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:40 WIB

KP3B Gandeng Puskesmas Setu 1 Bikin Pengobatan Gratis di TPA Burangkeng

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:30 WIB

Perlunya Keseimbangan Pembangunan KEK Jadi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Bali

Berita Terbaru

ITPLN membuka peluang karier di Jepang bagi mahasiswa dan alumni teknik. (Foto: dok ITPLN)

Daerah

ITPLN Resmi Buka Jalan Karier Lulusan Teknik ke Jepang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kubu Nadim Al Farell mendatangi Kemenpora terkait konflik dualisme PB Muaythai Indonesia.

Departemen

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB