Inilah 5 Kebijakan Demul yang Disorot DPRD Fraksi PKS

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memaki-maki sekelompok pemuda di salah satu acara. (Ist)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memaki-maki sekelompok pemuda di salah satu acara. (Ist)

BOGOR, Mediakarya – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Barat menyoroti 5 Isu strategis terkait kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi (Demul) yang tengah dihadapi masyarakat Provinsi Jabar.

“Lima isu yang tengah di hadapi yakni, perubahan nama RS. Al Ihsan menjadi Welas Asih, rombel 50 siswa per kelas, perubahan jam masuk sekolah SD /SMP, keterlibatan TNI/Polri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta pengangkatan pejabat di lingkungan Pemprov,” tegas anggota DPRD Provinsi Jabar Dapil VI Kabupaten Bogor, H Fikri Hudi Oktiarwan kepada wartawan saat Reses III di Kantor Desa Sukamaju Megamendung Bogor, Rabu (23/7/2025).

Fikri mengakui, selama kebijakan gubernur memberikan kebaikan bagi masyarakat luas pasti didukung tapi bila ada hal hal yang kurang sempurna pasti dikoreksi atau diperbaiki dan dimusyawarahkan agar dapat memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal.

Baca Juga:  IWO Dukung Kementerian Kominfo Berantas Judi Online

“Seperti masalah penambahan kuota murid baru di tingkat SLTA yang mana terjadi pro kontra. Disisi lain orangtua merasa senang dengan kebijakan gubernur, tapi sementara kebijakan itu berpotensi akan mengurangi kualitas pembelajaran bagi siswa,” kata mantan Ketua Fraksi PKS Kabupaten Bogor ini.

Sebetulnya lanjut Fikri, Kementrian Pendidikan sudah memberikan panduan bahwa untuk satu kelas berjumlah 36 murid dan infrastruktur yang dibangun sudah disesuaikan.

“Tapi sekarang ketika ada kebijakan penambahan kuota siswa malah menambah permasalahan baru karena harus menyiapkan fasilitas,” tuturnya.

Dan untuk kebijakan yang lain, pihaknya siap mendukung walaupun akan ada beberapa kebijakan yang harus dikoreksi.

“Ya intinya kita ajak dialog dulu,”pungkasnya. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

AMPH RI Laporkan Kejari Sukabumi ke Kejagung dan Ajukan Perlindungan ke LPSK Terkait Dugaan Korupsi
Anies Tak Pernah Jalan Mundur
Kemenag: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren
Menlu Iran dan Menlu Inggris Bahas Stabilitas Kawasan Teluk
Puluhan Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius Terinveksi Virus Mematikan
Menaker Nilai BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis
Kader Posyandu Harus Dilibatkan dalam Program MBG
Terkait Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Mengajak Publik Menunggu Hasil Investigasi Resmi KNKT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:20 WIB

AMPH RI Laporkan Kejari Sukabumi ke Kejagung dan Ajukan Perlindungan ke LPSK Terkait Dugaan Korupsi

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:17 WIB

Anies Tak Pernah Jalan Mundur

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:11 WIB

Kemenag: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:16 WIB

Menlu Iran dan Menlu Inggris Bahas Stabilitas Kawasan Teluk

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:56 WIB

Menaker Nilai BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis

Berita Terbaru

Anies Baswedan (Ist)

Headline

Anies Tak Pernah Jalan Mundur

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:17 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper  (Foto: Ist)

Headline

Menlu Iran dan Menlu Inggris Bahas Stabilitas Kawasan Teluk

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:16 WIB