Initial “M” Aktor Intelektual Kejahatan Pilpres 2024

- Editor

Minggu, 1 September 2024 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Diskusi & NoBar Film “Dirty Election

Catatan Diskusi & NoBar Film “Dirty Election" di Jogja.

Oleh : Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes

Ruang Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) yang terletak di Kampus Legendaris Lantai 3 Jl. Cik Ditiro No 1 Jogja itu, sontak bergemuruh menjawab siapa sosok “Initial M” yang ditengarai menjadi Aktor Intelektual Kejahatan Pilpres 2024, sesuai dengan Topik Diskusi & Nonton Bareng film “Dirty Election” karya Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 31 Agustus 2024 pukul 10.00-14.00 WIB kemarin.

Seperti sudah menjadi rahasia umum dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi, sosok “Initial M” inilah biang kerok selain kejahatan Pemilu 2024 juga kemunduran demokrasi secara drastis pasca Reformasi 1998 terutama 10 tahun terakhir. Rasanya belum kering cucuran darah Alm. Moses Gatotkaca (Pahlawan Reformasi dari Jogja) yang gugur di seputaran Gejayan, sekitar 5 KM, namun kini perjuangan pahlawan Reformasi tersebut sudah seperti diingkari oleh ulah “Initial M”, terwelu.

Belum lagi korban-korban Pahlawan Reformasi dari Jakarta yang menjadi korban Tragedi Trisakti 1998 seperti Alm. Elang Mulia Lesmana, Alm. Heri Hertanto, Alm. Hafidin Royan & Alm. Hendriawan Sie, yang bahkan tiap Kamis orang tua dan kerabatnya masih terus menggelar ritual “Kamisan” di depan Istana Initial M tersebut, tapi nyaris sudah tidak ada perhatian sama sekali. Padahal tidak mungkin tanpa keringat dan cucuran darah korban-korban pahlawan tersebut Indonesia bisa melakukan Reformasi 26 tahun silam.

Oleh karenanya jika kemarin sebelum gerakan massa yang terdiri tidak hanya oleh Mahasiswa tetapi juga Guru besar, Siswa-siswi, Ibu-ibu, Profesional, Buruh, Politisi, Budayawan hingga Seniman sampai Komika, yang berhasil mencegat niat jahat anggota-anggota Baleg DPR-RI melakukan rekayasa atas Putusan MK No. 60 & No. 70 (dengan mereka mau mengakali merubah UU Pemilu lagi).

Sebelumnya beredar luas melalui sosial media tayangan “Peringatan Darurat” Garuda Putih berlatar belakang biru yang dilengkapi dengan background peristiwa tahun 1998 tersebut adalah sebagai pengingat agar sejarah kelam Indonesia itu jangan terjadi lagi.

Sebagaimana pernah diungkap di tulisan-tulisan sebelumnya, “Manunggaling Kalih Jagat” (Menyatunya 2 Alam) diinspirasi oleh kearifan lokal “Manunggaling Kawula Gusti” (Menyatunya Rakyat & Raja) ini yang akhirnya bisa meruntuhkan rencana jahat pat gulipat oknum-oknum yang mau mencederai proses demokrasi Indonesia di tahun 2024 ini kemarin. Meski harus kembali mambawa genre “Analog Horror”, tetapi cara ini masih terbukti efektif di negara ini, sebab kalau tidak maka bisa dipastikan niat begal demokrasi akan sukses & cita-cita reformasi (beserta korban-korban di atas) menjadi sia-sia belaka.

Itulah makanya APDI tidak mengenal lelah untuk terus mengedukasi dan memberi makna demokrasi dengan melakukan Roadshow Nonton Bareng & Diskusi tentang Film “Dirty Election” yang sudah diproduksi April 2024 kemarin. Film berdurasi total lebih dari 1 jam ini telah secara utuh memotret bagaimana Kecurangan, kekacauan hingga Kejahatan Pemilu 2024 dari sisi Teknis SiREKAP, Integritas dan Hukum. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membongkar aktor intelektual kejahatan pilpres 2024 yang berlangsung kemarin. Meski disadari tidak mungkin mengubah hasil Pilpres yang sudah disahkan, namun setidaknya kita tidak boleh membiarkan praktik-praktik kotor pemilu seperti kemarin terus terjadi di Indonesia.

Baca Juga:  Pemeriksaan Airlangga Oleh Kejagung Berdampak Buruk Pada Golkar

Diawali Laporan oleh Ketua Panitia dan Penjelasan Mekanisme acara oleh Pril Huseno selaku SC & Moderator, acara dibuka oleh Ir. Akhmad Syarbini (Koordinator APDI & Ketua IA-ITB Perubahan). Selanjutnya Prof Dr. Masduki S.Ag MSi (Ketua Forum Cik Ditiro) menyampaikan Key note Speech yang memaparkan secara ilmiah proses Demokrasi yang terjadi secara umum di dunia dan penerapannya di Indonesia setelah sebelumnya Saya juga menceritakan tentang Sinopsis Film Dirty Election dan sempat pula menjelaskan filosofi Tari Golek yang diperagakan saat awal acara yang menunjukkan kearifan lokal Jogja, karena Tari Golek ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX tersebut sebenarnya juga berarti proses pencarian jati diri seseorang.

Tampil selaku Pembicara selanjutnya adalah Prof. Chudry Sitompul (Pakar Hukum UI) & Dr. Sobirin Malian SH M.Hum (Ahli Hukum Tatanegara UAD) yang sempat menghangatkan acara dengan pembawaan materinya yang sangat berapi-api dan membakar semangat peserta diskusi & nonton bareng ini. Dilanjutkan materi dari Kaka Suminta (SekJen KIPP), Akhyar ST (SekJen IA-ITB) dan Dr. Ir. Leony Lidya (Ahli IT UnPas), ditutup oleh Hairul Anas Suaidi ST (Ahli IT ITB) melalui sambungan Zoom karena posisi berada di Bandung.

Bagi yang kemarin tidak sempat mengikutinya secara langsung di lokasi maupun Daring menggunakan sarana Zoom & YouTube, tayangan secara utuh bisa diakses melalui link www.youtube.com/live/PNTvqZRz-jo?si=HdnZvasg4EnJUqC_ agar bisa menjadi saksi bagaimana proses edukasi dan pembelajaran demokrasi ini makin tersosialisasi di masyarakat. Dari tayangan tersebut juga bisa dilihat bagaimana antusiasme peserta yang ditunjukkan oleh Ibu Khofifah, mas Ikhsan dan pak Muslich yang aktif menyampaikan pendapatnya di kesempatan sesi diskusi yang diberikan.

Kesimpulannya, ruang publik untuk melakukan diskusi semacam ini harus terus dibuka di Indonesia, jangan sampai situasi negara ini kembali kepada suasana jaman rakyat dibatasi untuk bicara apalagi menyampaikan aspirasinya. Sosok “Initial M” yang disebut-sebut terus di acara kemarin sebagai Aktor intelektual Kejahatan Pilpres 2024 inipun harus mendapatkan ganjaran setimpal alias hukuman yang sepadan dengan apa yang sudah diperbuatnya selama satu dekade terakhir, karena dialah juga yang merusak tatanan demokratis yang sudah susah payah dibangkitkan dengan Reformasi 1998 lalu dan kini menjadi seperti kembali ke titik nadir kembali. Siapakah sebenarnya Initial M tersebut? Mungkin jawabannya ada pada Foto yang “digantung” oleh Mahasiswa Jogja pada Aksi massa beberapa hari terakhir kemarin ..

Penulis: Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes Keynote Speaker pada acara Diskusi & NoBar film Dirty Election, Pemerhati Telematika-Multimesia-AI-OCB Independen

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:51 WIB

Akhir Petualangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru