Isu ‘Anak Abah’ Coblos 3 Paslon, Pj Heru Ajak Warga Jakarta Gunakan Hak Pilih Dengan Baik

- Editor

Rabu, 11 September 2024 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menanggapi adanya isu gerakan tusuk tiga pasangan calon (paslon) oleh ‘Anak Abah’ di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

Pj Heru mengajak, masyarakat Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya secara benar sesuai aturan. Jangan sampai Pilkada ini dinodai oleh hal-hal yang dapat merusak demokrasi Indonesia.

“Ya gunakan hak, hak sebagai pemilih dengan baik,” kata Heru Budi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Kendati demikian, menurut dia, hal tersebut merupakan tugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta untuk melakulan sosialisasi soal mekanisme dalam menggunakan hak suara.

“Itu urusannya KPU dan Bawaslu,” papar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) ini.

Sementara itu, Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata meminta, kepada warga ibu kota untuk menggunakan hak suaranya dengan benar sesuai dengan aturan yang ada.

Baca Juga:  Bersatu dengan Rakyat, Spirit Jakarta Menuju Kota Global Akan Lebih Menyala

“Pada prinsipnya kami dari KPU DKI mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar, tentunya mencoblos yang benar itu ada mekanismenya,” kata Wahyu saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/9).

Maka lantas, kata Wahyu, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat ibu kota perihal pentingnya penggunaan hak pilih yang tepat.

“Kami akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi ke pemilih mengenai pentingnya menggunakan hak pilihnya dengan benar,” papar dia.

Baru-baru ini ramai isu soal gerakan tusuk tiga pasangan calon (Paslon) dari ‘anak abah’ di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

‘Anak Abah’ merupakan panggilan bagi pendukung mantan Gubernur DKI Anies Baswedan. Sebutan itu viral digunakan di media sosial saat Pilpres 2024 lalu. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono
Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar
Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:09 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist)

Opini

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:32 WIB

Teddy Indra Wijaya saat saat mengusir sejumlah direksi pengelola sektor tranportasi dalam acara Peresmian LRT jurusan Manggarai-Kelapa Gading pada 16 September 2026.

Opini

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:17 WIB