Kasus Dugaan Pemerasan Oleh Mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel Perburuk Citra Polri

- Penulis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute yang juga pengamat kepolisian Iskandarsyah menilai bahwa institusi Polri saat ini sudah di tahap yang sangat memprihatinkan.

Keburukan dan perilaku oknum anggota Polri selalu menjadi konsumsi publik dan terpantau hampir di sejumlah platform media. Dari sederet kasus yang membawa anggota Polri sebagai pelakunya membuat tingkat kepercayaan publik menurun drastis.

“Jika hari ini ada survei yang menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri meningkat saya pastikan hanya rekayasa,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Sabtu (1/2/2025).

Oleh karen itu, ETOS Indonesia meminta agar Korps Bhayangkara itu segera berbenah. Selain itu membersihkan anggota-anggotanya yang selama ini membuat citra polisi menjadi terpuruk.

Pasalnya, sejumlah kasus yang melibatkan anggota polisi seringkali terjadi. Seperti dari polisi tembak polisi, polisi tembak anak sekolah, polisi bunuh ibu kandungnya, hingga kasus polisi peras warga negara asing di konser DWP.

“Baru-baru ini seorang anggota polisi di level Polres peras pengusaha hingga puluhan miliar. Sepertinya kasus pemerasan di institusi Polri sudah mentradisi. Jadi wajar ada istilah jika hilang kambing dan melapor polisi maka bisa jual sapi. Artinya institusi Polri di mata masyarakat sudah bobrok,” tegasnya.

Menurut dia, kasus pemerasan yang diduga dilakukan oleh dua mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan kian menambah daftar panjang anggota Polri yang mencoreng wajah institusinya.

“Sederet kasus yang dilakukan oleh anggota Polri pada akhirnya membentuk asumsi bahwa anggota Polri ternyata rusak semua. Padahal masih banyak kita jumpai anggota Polri yang baik walaupun bisa dihitung dengan jari,” katanya.

Baca Juga:  Delapan Belas Pegawai KPK Terkonfirmasi Positif COVID-19

Lebih lajut Iskandar mengungkapkan, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai gagal total. Untuk itu dia berharap Presiden Prabowo segera mengganti Kapolri yang diduga sebagai representasi orangnya Joko Widodo.

“Kami meminta Presiden Prabowo segera mengganti Kapolri secepat mungkin. Hal itu guna menyelamatkan institusi Polri ke depan. Sebab jargon Presisi tak bisa di implementasikan di jajarannya, tak mampu menindak oknum-oknum anggota Polri yang jelas-jelas bersalah,” ungkapnya.

Iskandar menduga kasus pemerasan dan tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum polisi saat ini masih banyak terjadi. Dia pun berharap institusi Polri di bawah Kapolri mendatang agar tidak lagi memelihara oknum polisi bermental “busuk”.

“Sebab jika itu terus terjadi maka lama kelamaan institusi ini semakin terpuruk dan menjadi cemoohan masyarakat banyak,” ucapnya.

Iskandar menambahkan, bahwa pada Rapim TNI – Polri lalu, Presiden Prabowo sempat menyampaikan bahwa negara yang gagal apabila TNI-Polri sudah tidak benar.

Untuk itu, Iskandar mengingatkan agar para anggota Polri cepat sadar jika mereka adalah anak-anak rakyat, digaji rakyat dan setelah pensiun akan kembali menjadi rakyat biasa.

“Sederet peristiwa kelam yang dilakukan oleh anggota Polri itu diharapkan akan menjadi atensi presiden untuk segera melakukan reshuffle di pucuk pimpinan tertinggi Polri. Sehingga Polri ke depan memiliki integritas, penuh dedikasi dan bertanggung jawab kepada bangsa dan negaranya,” tutup Iskandar. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri
Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional
Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Polres Metro Jaksel Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Publikasi Kementan, Panggil Pihak Tempo untuk Klarifikasi
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:09 WIB

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:58 WIB

Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Senin, 22 Juni 2026 - 16:35 WIB

Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:32 WIB